Ekonomi

RUPST PT Reliance Sekuritas Tentukan Laba Ditahan Rp22,83 Miliar untuk Pengembangan Usaha

PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, di mana pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih untuk pengembangan usaha.

D
Darma Yudhistira
01 July 2026 48 pembaca
Ilustrasi pergerakan saham RELI. Foto: dok KabarBursa.com
Ilustrasi pergerakan saham RELI. Foto: dok KabarBursa.com

PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 di SOHO West Point, Kedoya, Jakarta Barat pada Selasa, 30 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, seluruh agenda yang diajukan oleh manajemen disetujui oleh para pemegang saham, termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan, penggunaan laba bersih, serta pengangkatan kembali jajaran direksi.

Perusahaan juga memaparkan kinerja keuangan yang menunjukkan pertumbuhan meskipun terjadi fluktuasi di pasar, serta strategi keberlanjutan bisnis yang akan diterapkan sepanjang tahun 2026. Sepanjang tahun buku 2025, RELI mencatat pendapatan sebesar Rp58,80 miliar, meningkat Rp13,50 miliar atau 29,81 persen dibandingkan pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp45,29 miliar. Capaian ini melampaui target pendapatan 2025 yang ditetapkan sebesar Rp52,36 miliar.

Kinerja Keuangan yang Positif

Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp22,90 miliar, meningkat 7,53 persen dari Rp21,30 miliar pada tahun sebelumnya. Dari sisi neraca, total aset perusahaan hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp751,47 miliar, naik 19,33 persen dibandingkan Rp629,76 miliar pada akhir 2024. Sementara itu, total liabilitas meningkat 78,67 persen menjadi Rp221,39 miliar, dan total ekuitas juga naik 4,79 persen menjadi Rp529,92 miliar.

Presiden Direktur RELI, Akhabani, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan atas dukungan yang diberikan kepada perusahaan. Ia menyatakan, "Kami mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan, baik Dewan Komisaris, para pegawai, maupun lembaga penunjang pasar modal yang telah membantu menyukseskan RUPS Tahunan RELI."

Penggunaan Laba Bersih dan Strategi Masa Depan

Akhabani menambahkan bahwa di tengah tantangan ekonomi yang dinamis, perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dengan sinergi antara direksi dan seluruh karyawan, mengusung filosofi Business with Purpose. Sepanjang tahun 2025, perusahaan berhasil menjaga profitabilitas dengan rasio margin yang solid, di mana EBITDA Margin tercatat sebesar 35,91 persen, Gross Profit Margin 42,09 persen, Operating Profit Margin 32,30 persen, dan Net Interest Margin sebesar 38,95 persen.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 dengan menyisihkan dana cadangan wajib sebesar Rp70 juta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Sisa laba bersih setelah penyisihan cadangan wajib sebesar Rp22,83 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan usaha perusahaan.

Pada agenda perubahan susunan pengurus, pemegang saham memutuskan untuk mengangkat kembali seluruh anggota direksi yang saat ini menjabat. Dengan keputusan ini, susunan Direksi dan Dewan Komisaris RELI tetap terdiri atas Presiden Komisaris Anton Budidjaja, Komisaris Independen Indra Safitri, Presiden Direktur Akhabani, serta Direktur Andrew Novi Gunawan dan Reza Priyambada.

Menjelang sisa tahun 2026, RELI telah menyiapkan berbagai strategi untuk memperkuat pertumbuhan bisnis. Langkah-langkah tersebut mencakup peningkatan interaksi dengan nasabah melalui webinar dan pertemuan langsung sebagai bagian dari layanan advisory dan pemasaran produk investasi. Perusahaan juga akan terus menyempurnakan aplikasi online trading Relitrade dan layanan digital lainnya untuk meningkatkan kenyamanan transaksi nasabah, termasuk memperkuat sistem keamanan siber.

Dengan berbagai strategi ini, RELI menargetkan peningkatan kontribusi pendapatan berbasis komisi (fee based income), sehingga tidak hanya bergantung pada bisnis perdagangan saham, tetapi juga didukung oleh beragam produk investasi yang dimiliki perusahaan. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia, saham RELI ditutup stagnan di level Rp492 per saham pada perdagangan terakhir, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp886 miliar dan jumlah saham beredar sebanyak 1,80 miliar lembar. Porsi saham yang dimiliki publik (free float) tercatat sebesar 13,80 persen, masih di bawah ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia yang mensyaratkan free float minimal 15 persen bagi perusahaan tercatat.

Artikel Terkait