Jakarta — PT Samator Indo Gas Tbk (IDX: AGII), yang bergerak di bidang gas industri dan gas medis, berhasil mencatatkan EBITDA (laba sebelum pajak, bunga, penyusutan, dan amortisasi) tertinggi dalam sejarah perusahaan pada semester pertama tahun 2026. Laba bersihnya juga mengalami peningkatan hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini terungkap dalam laporan kinerja keuangan konsolidasian untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Direktur Utama sekaligus CEO PT Samator Indo Gas Tbk, Rachmat Harsono, mengungkapkan, “Samator mencatatkan kinerja semester pertama yang sangat kuat, dengan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah untuk periode semester pertama serta laba bersih yang meningkat hampir tiga kali lipat." Laporan menunjukkan bahwa EBITDA yang dilaporkan meningkat sebesar 10,0% year-on-year (YoY) menjadi Rp452,5 miliar, dengan margin EBITDA juga meningkat menjadi 29,3% dari 29,0% pada tahun sebelumnya.
Peningkatan Kinerja Keuangan
Di luar pos-pos one-off bersih yang mencapai Rp2,7 miliar, EBITDA yang disesuaikan (Adjusted EBITDA) tercatat sebesar Rp449,7 miliar, tumbuh 13,7% YoY. Sementara itu, laba bersih melonjak 178% menjadi Rp67,4 miliar, dibandingkan dengan Rp24,2 miliar pada semester pertama 2025. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp65,2 miliar, hampir tiga kali lipat dari Rp22,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja yang positif ini didukung oleh peningkatan margin laba kotor, disiplin dalam pengendalian biaya operasional, serta penurunan beban pembiayaan yang sejalan dengan turunnya biaya pinjaman dan meningkatnya pendapatan bunga dari cadangan kas. Pendapatan perusahaan juga mengalami kenaikan 8,9% YoY menjadi Rp1,54 triliun, didorong oleh permintaan yang tetap kuat dari sektor-sektor strategis, terutama industri dan layanan kesehatan, yang merupakan pasar utama bagi perusahaan.
Strategi dan Fokus Pertumbuhan
Laba kotor tercatat tumbuh 12,8% YoY menjadi Rp725,6 miliar, dengan margin laba kotor meningkat 160 basis poin menjadi 47,0%, dibandingkan 45,4% pada semester pertama 2025. Rachmat menjelaskan, “Peningkatan margin laba kotor sebesar 160 basis poin mencerminkan perbaikan fundamental dalam operasional kami, mulai dari peningkatan utilisasi pabrik, efisiensi proses produksi, penghematan konsumsi listrik hingga optimalisasi rantai pasok, bukan semata-mata karena faktor non-berulang.”
Ia juga menambahkan bahwa perusahaan terus memperkuat disiplin dalam pengelolaan biaya operasional serta memanfaatkan teknologi dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis. “Momentum pertumbuhan terus menguat sepanjang semester pertama, di mana penjualan kuartal kedua meningkat sekitar 3% dibandingkan kuartal pertama. Memasuki semester kedua, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin, pengendalian biaya yang ketat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi seluruh pemegang saham,” jelasnya.
Berikut adalah ringkasan poin penting dari kinerja keuangan Samator pada semester pertama 2026:
- Pendapatan bersih Rp1,54 triliun, meningkat 8,9% YoY
- Laba kotor Rp725,6 miliar, naik 12,8% YoY, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 47,0%
- Reported EBITDA tercatat sebesar Rp452,5 miliar, naik 10,0% YoY, dengan margin EBITDA 29,3%
- Adjusted EBITDA mencapai Rp449,7 miliar, meningkat 13,7% YoY, setelah mengecualikan pos one-off bersih sebesar Rp2,7 miliar
- Laba bersih sebesar Rp67,4 miliar, meningkat 178% YoY
- Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp65,2 miliar, hampir tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp22,6 miliar
Pertumbuhan pendapatan perusahaan didorong oleh permintaan yang merata di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, makanan dan minuman, serta industri elektronik. Profitabilitas operasional juga menunjukkan perbaikan yang signifikan, dengan pertumbuhan harga pokok penjualan yang lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan, sehingga meningkatkan margin laba kotor. Beban operasional hanya meningkat 8,6% YoY, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan, mencerminkan penguatan operating leverage.
Momentum pertumbuhan semakin terlihat menjelang akhir semester pertama, dengan EBITDA bulan Juni meningkat 30,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, memberikan fondasi yang kuat untuk memasuki semester kedua. Kinerja perusahaan juga didukung oleh kualitas pendapatan yang berkelanjutan melalui hubungan jangka panjang dengan pelanggan, dengan tingkat perpanjangan kontrak mencapai 98–100%, serta posisi Samator sebagai pemimpin pasar gas medis di Indonesia yang melayani rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh negeri.
Perusahaan tetap mempertahankan struktur keuangan yang sehat, dengan rasio EBITDA terhadap beban bunga meningkat menjadi 3,1 kali dibandingkan 2,6 kali pada semester pertama 2025, menunjukkan kemampuan perusahaan yang semakin baik dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Arus kas dari aktivitas operasi juga meningkat menjadi Rp192,3 miliar dibandingkan Rp138,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu, didorong oleh pertumbuhan penjualan, pengendalian biaya yang efektif, serta penurunan beban pembiayaan.
Memasuki semester kedua tahun 2026, perusahaan optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dengan profil margin yang semakin kuat. Fokus utama perusahaan tetap pada pemenuhan permintaan yang terus meningkat dari sektor kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, dan elektronik, melanjutkan program operational excellence yang telah mendorong peningkatan profitabilitas, serta melakukan investasi kapasitas secara disiplin sesuai dengan kebutuhan pasar yang didukung kontrak jangka panjang. Dengan fundamental bisnis yang semakin solid, perusahaan yakin dapat mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham.