Ekonomi

Solikin M. Juhro Usulkan Delapan Strategi Ekonomi dalam Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, menegaskan pentingnya integrasi antara pertumbuhan ekonomi, stabilitas, dan inklusivitas dalam kebijakan ekonomi. Ia juga menawarkan delapan str...

J
Jarot Kusna
28 August 2026 14 pembaca
Image title
Image title

Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Solikin M. Juhro, menyatakan bahwa kebijakan ekonomi seharusnya tidak diposisikan dalam pilihan yang saling bertentangan, seperti antara pertumbuhan dan stabilitas, atau antara inklusivitas dan efisiensi. "Dalam praktik kebijakan, kita sering dihadapkan kepada dilema. Seolah-olah terdapat pilihan yang dilematis, mau pertumbuhan atau mau stabilitas, mau inklusif atau mau efisiensi," ungkap Solikin saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di hadapan Komisi XI DPR pada Kamis (27/8).

Solikin diusulkan untuk menggantikan Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman, yang dicalonkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Deputi Gubernur Senior BI. Ia menekankan perlunya memperbaiki cara pandang tersebut, dengan menyebut adanya trilema keberlanjutan yang mencakup pencapaian stabilitas dinamis, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, serta ekonomi yang inklusif. Menurutnya, ketiga tujuan tersebut tampak saling melemahkan, namun pengalaman lebih dari tiga dekade di bank sentral menguatkan keyakinannya bahwa ketiganya dapat saling mendukung.

"Stabilitas memungkinkan pertumbuhan, pertumbuhan memperluas kesempatan kerja, dan inklusivitas memperkuat basis ekonomi dan sosial," jelasnya. Ia menambahkan bahwa semakin kuatnya basis ekonomi dan sosial akan memperkokoh stabilitas. Oleh karena itu, stabilitas, pertumbuhan, dan inklusivitas harus dipandang sebagai tujuan yang saling mendukung.

Delapan Strategi "SEMANGKA"

Untuk menerapkan pandangannya dalam kebijakan, Solikin mengusulkan delapan strategi yang dikenal sebagai "SEMANGKA" atau Semangka Nusantara Versi 2. Dalam presentasinya kepada Komisi XI DPR, delapan strategi ini dirancang sebagai satu paket kebijakan yang terintegrasi untuk mendukung program Astacita pemerintah. Solikin mengelompokkan strategi-strategi tersebut ke dalam tiga lapisan: jangkar kebijakan, mesin transformasi, dan pengungkit implementasi.

Lapisan pertama, jangkar kebijakan, terdiri dari empat strategi. Pertama, Stabilitas Dinamis untuk Pertumbuhan Berkelanjutan. Kedua, Efektivitas Kebijakan Moneter dan Operasi Moneter yang Pro-Market. Ketiga, Makroprudensial Adaptif, Inovatif & Pro Growth. Keempat, Akselerasi Pendalaman Pasar Keuangan. Solikin menjelaskan bahwa kelompok jangkar kebijakan bertujuan untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan bagi perekonomian.

Mesin Transformasi dan Pengungkit Implementasi

Lapisan kedua adalah mesin transformasi, yang mencakup strategi Navigasi Ekonomi Keuangan Inklusif, termasuk Syariah, serta Gerak Cepat Digitalisasi Sistem Pembayaran. Kedua strategi ini diarahkan untuk memastikan bahwa kebijakan dapat mengalir ke sektor riil dan masyarakat, serta menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru.

Lapisan ketiga merupakan pengungkit implementasi, yang terdiri dari strategi Kelembagaan BI yang Kredibel dan Bertatakelola serta Aksi Bersama dan Sinergi Kebijakan Nasional. Dengan pendekatan ini, Solikin berharap dapat menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan perekonomian.

Artikel Terkait