KABARBURSA.COM – Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menarik perhatian menjelang cum dividen yang dijadwalkan pada perdagangan besok, 18 Mei 2026. Meskipun aksi ini terjadi, harga saham RATU masih menunjukkan ketidakstabilan. Pada sesi perdagangan terakhir, Rabu, 13 Mei 2026, saham RATU ditutup naik sebesar 0,88 persen di level 5.700. Saham ini mengalami pergerakan yang cukup volatil, dimulai dari pembukaan di angka 5.650, meningkat hingga 6.000, lalu mengalami penurunan sebelum akhirnya ditutup di sekitar level tengah.
Nilai transaksi RATU tercatat mencapai Rp83,35 miliar, dengan volume perdagangan sekitar 143,85 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 7,02 ribu kali. Aktivitas pasar mulai meningkat menjelang pembagian dividen tunai.
Dividen yang Diberikan
RATU berencana untuk membagikan dividen senilai USD7,03 juta atau setara dengan Rp122,17 miliar. Mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia per 4 Mei 2026 yang berada di angka Rp17.378 per dolar AS, setiap investor akan menerima dividen tunai sebesar Rp45 per saham. Cum dividen untuk pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung besok, sementara ex dividen dijadwalkan pada 19 Mei 2026. Pembayaran dividen direncanakan dilakukan pada 10 Juni 2026.
Dalam tiga hari perdagangan terakhir, pergerakan saham RATU menunjukkan fluktuasi yang signifikan. Pada 11 Mei 2026, saham ini ditutup di level 5.800 setelah mencapai titik tertinggi di 6.150. Namun, keesokan harinya, saham mengalami koreksi sebesar 2,59 persen ke level 5.650. Tekanan jual cukup terasa saat harga sempat turun hingga 5.475 sebelum sedikit pulih menjelang penutupan. Pada perdagangan 13 Mei, RATU kembali berusaha untuk bangkit ke level 5.700, meskipun masih terjebak di area MA60 yang berfungsi sebagai resistance jangka pendek.
Pergerakan Dana Asing
Pergerakan dana asing juga mengalami perubahan dalam beberapa sesi terakhir. Pada 11 Mei, RATU mencatat net foreign buy sebesar Rp5,41 miliar ketika harga berada di level 5.800. Namun, tekanan jual dari pihak asing kembali muncul setelahnya. Pada 12 Mei, terjadi net foreign sell sebesar Rp8,81 miliar, dan dilanjutkan dengan net sell Rp3,65 miliar pada 13 Mei. Kondisi ini menjadikan pergerakan RATU menjelang cum dividen cukup menarik untuk diperhatikan, karena biasanya saham yang mendekati pembagian dividen mendapatkan dorongan beli jangka pendek. Namun, pada RATU, tekanan distribusi masih terlihat aktif.
Dari sudut pandang teknikal, MNC Sekuritas menilai posisi RATU saat ini berada dalam fase trading rebound jangka pendek. Selama harga dapat bertahan di atas level 5.475 sebagai stoploss, peluang untuk kenaikan masih terbuka. Zona trading buy kini terletak di area 5.550 hingga 5.675 yang mulai diperhatikan oleh pelaku pasar. Jika momentum beli meningkat, saham RATU berpotensi menguji level resistance berikutnya di 5.950 hingga 6.250.
Untuk perdagangan besok, perhatian pasar kemungkinan akan terfokus pada apakah momentum cum dividen dapat menjaga saham tetap bertahan di atas level 5.700. Hingga saat ini, pergerakan RATU masih berada dalam fase tarik-ulur antara pemburu dividen dan aksi profit taking jangka pendek.