Kesehatan

Stroke Tidak Hanya Menyerang Lansia, Kenali Risiko Sejak Dini

Stroke dapat terjadi pada usia muda, termasuk individu yang tampak sehat. Oleh karena itu, penting untuk mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

A
Ananta Prana
04 August 2026 19 pembaca
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Jakarta - Banyak orang beranggapan bahwa stroke hanya menyerang orang tua, namun kenyataannya penyakit ini juga dapat menimpa mereka yang masih muda, bahkan yang terlihat sehat dan aktif. Oleh karena itu, penting untuk mengenali faktor risiko stroke sedini mungkin. Gangguan pada pembuluh darah sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas dan baru terdeteksi setelah muncul komplikasi serius.

Menurut dr. Tri Wahyudi, Sp.N, FINS, FINA dari Mayapada Hospital Tangerang, stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat, baik karena sumbatan maupun pecahnya pembuluh darah. "Stroke pada usia muda dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan pola hidup yang kurang sehat hingga kelainan pada pembuluh darah otak yang tidak selalu menimbulkan gejala. Karena itu, seseorang tidak bisa hanya mengandalkan kondisi tubuh yang terasa sehat untuk menilai risiko stroke. Evaluasi sejak dini penting untuk membantu mengidentifikasi potensi gangguan dan menentukan langkah pencegahan yang tepat," jelas dr. Tri dalam keterangan tertulisnya.

Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

Untuk mendeteksi risiko stroke lebih awal, pemeriksaan kesehatan sangat diperlukan, terutama bagi individu yang memiliki faktor risiko atau riwayat stroke dalam keluarga. Salah satu metode yang efektif untuk mengevaluasi kondisi pembuluh darah otak adalah dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI), termasuk Magnetic Resonance Angiography (MRA) untuk memeriksa pembuluh darah arteri dan Magnetic Resonance Venography (MRV) untuk memeriksa pembuluh darah vena.

“Melalui MRA, dokter dapat membantu mendeteksi penyempitan, sumbatan, maupun kelainan pada pembuluh darah arteri yang berpotensi meningkatkan risiko stroke. Sementara itu, MRV membantu mengevaluasi gangguan pada aliran darah vena otak yang dapat berkaitan dengan berbagai kondisi neurologis,” ungkap dr. Tri.

Langkah Pencegahan yang Efektif

Hasil pemeriksaan ini akan membantu dokter dalam menilai risiko stroke serta menentukan langkah pencegahan dan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien. Dr. Sheila Agustini, Sp.S dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menambahkan bahwa pencegahan stroke tidak hanya berfokus pada pengendalian faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, tetapi juga melalui evaluasi kesehatan yang lebih komprehensif.

“Semakin dini faktor risiko dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah terjadinya stroke. Oleh karena itu, pemeriksaan dan evaluasi kesehatan perlu dipertimbangkan terutama pada individu yang memiliki faktor risiko maupun riwayat keluarga dengan stroke,” jelas dr. Sheila.

Dengan deteksi dini, berbagai faktor risiko dan kelainan pada pembuluh darah otak dapat diidentifikasi lebih awal, sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat.

Mayapada Hospital juga memiliki Tahir Neuroscience Center yang menyediakan layanan komprehensif untuk menangani berbagai gangguan saraf, otak, dan tulang belakang, mulai dari deteksi dini hingga neurorehabilitasi. Layanan ini didukung oleh tim dokter multispesialis untuk menentukan diagnosis dan rencana penanganan yang tepat.

Mayapada Hospital Jakarta Selatan telah memperoleh akreditasi Joint Commission International (JCI), yang merupakan standar mutu dan keselamatan pasien yang diakui secara internasional. Rumah sakit ini juga dikenal sebagai Stroke Ready Hospital dengan kesiapan tim dokter multidisiplin dan layanan darurat stroke 24/7.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau melalui aplikasi MyCare.

Artikel Terkait