Kesehatan

--- Survei Menunjukkan Beban Kerja Dokter Internship Meningkat, Cuti Sakit Sulit Didapat ---

--- Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Program Internship Dokter dan Dokter Gigi Indonesia mengungkapkan bahwa sebagian besar dokter internship merasa beban kerja mereka lebih berat, dan akses terhad...

A
Adhe Dharma
12 May 2026 8 pembaca
---
Survei Menunjukkan Beban Kerja Dokter Internship Meningkat, Cuti Sakit Sulit Didapat

---
Foto: Getty Images/bymuratdeniz
---TITLEEXCERPT--- Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Program Internship Dokter dan Dokter Gigi Indonesia mengungkapkan bahwa sebagian besar dokter internship merasa beban kerja mereka lebih berat, dan akses terhadap cuti sakit masih menjadi masalah. ---CONTENT---

Jakarta - Asosiasi Program Internship Dokter (PIDI) dan Dokter Gigi Indonesia (PIDGI) telah melaksanakan survei singkat pada tanggal 8 hingga 9 April 2026. Survei ini melibatkan 2.620 responden yang merupakan peserta internship aktif dari periode Mei 2025 hingga Februari 2026. Hasil survei menunjukkan adanya masalah serius, di mana mayoritas dokter internship mengeluhkan beban kerja yang berlebihan serta dukungan biaya hidup yang tidak memadai.

Beban Kerja yang Berat

Hasil survei mencatat bahwa 79,3 persen dokter internship merasa beban kerja mereka setara atau bahkan lebih berat dibandingkan dengan dokter yang telah berstatus definitif. Selain itu, sekitar 12,5 persen dari peserta internship melaporkan bahwa mereka bekerja melebihi batas jam kerja yang telah ditetapkan.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Polemik lain yang muncul berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja, di mana banyak dokter internship yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan jatah cuti sakit. Angka yang dilaporkan cukup signifikan, yaitu 16,9 persen. Sementara itu, 18,1 persen responden mengaku tidak menerima jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan yang memadai.

Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 83,4 persen responden merasa bahwa bantuan biaya hidup dan/atau insentif yang diberikan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka, bahkan beberapa di antaranya mengalami keterlambatan dalam pembayaran. Di beberapa daerah, besaran bantuan biaya hidup juga tercatat jauh di bawah upah minimum setempat, yang menunjukkan adanya ketidakadilan dalam sistem kompensasi.

Kewenangan dan Kompetensi

Selain itu, banyak responden yang ditugaskan untuk melakukan pekerjaan di luar kompetensi mereka, dengan persentase mencapai 26,4 persen. Dalam sejumlah kasus, mereka bahkan tidak mendapatkan pendampingan saat menjalani praktik, yang jelas meningkatkan risiko keselamatan pasien.

Monitoring dan Evaluasi

Survei juga menemukan bahwa 23,3 persen responden tidak mendapatkan supervisi rutin, dan 62,8 persen menyatakan tidak adanya evaluasi berkala terhadap program internship. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pembinaan dan pengawasan yang ada belum berjalan dengan optimal sesuai dengan regulasi yang ditetapkan.

Artikel Terkait