Nasional

Tian Shi Hua Luncurkan Cetiya Baru di PIK2

Tian Shi Hua Association meresmikan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Pantai Indah Kapuk 2 sebagai rumah ibadah baru bagi umat Buddha.

E
Eira Orelia
24 July 2026 2 pembaca
jpnn.com Sumber: jpnn.com
Berawal dari Gerakan Sosial, Tian Shi Hua Hadirkan Cetiya Baru di PIK2
Berawal dari Gerakan Sosial, Tian Shi Hua Hadirkan Cetiya Baru di PIK2

Tangerang - Perjalanan Tian Shi Hua Association (TSA) selama hampir dua dekade menghasilkan hadirnya rumah ibadah baru di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2). Organisasi sosial dan keagamaan ini meluncurkan Cetiya Tian Shi Hua Guan Di Jing Se di Golf Island, dengan peresmian yang berlangsung pada Minggu (19/7/2026).

Dalam acara peresmian tersebut, hadir Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Supriyadi, serta tokoh lintas agama dan pengurus TSA.

Menteri Yusril dalam sambutannya menyatakan bahwa kehadiran rumah ibadah memiliki arti penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang majemuk. “Saya percaya setiap rumah ibadah yang dibangun dengan niat baik bukan hanya menghadirkan sebuah bangunan di tengah kita, tetapi juga menghadirkan harapan. Harapannya akan makin banyak orang menemukan kedamaian, memperkuat kebajikan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Menurut Yusril, keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga. “Indonesia kuat bukan karena memiliki keyakinan yang sama, melainkan karena mampu menghargai dan menghormati perbedaan sebagai dasar hidup bersama,” tuturnya. Wakil Menteri Ekraf Irene Umar juga menilai bahwa rumah ibadah dapat memperkuat hubungan antarsesama.

Irene menambahkan bahwa rumah ibadah adalah tempat untuk bertukar pikiran dan memancarkan ide-ide. “Papa dan Mama selalu mengajarkan kepada saya, jadilah orang yang berguna, jangan menjadi orang yang hanya mengejar kesuksesan karena uang dan kekayaan,” ujarnya.

Sejarah dan Perkembangan TSA

Hadirnya Cetiya Tian Shi Hua menambah fasilitas keagamaan di PIK2 dan menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi yang awalnya berangkat dari semangat filantropis. Pendiri TSA Suhu Karmalie Abeng menjelaskan bahwa organisasinya tidak langsung berdiri sebagai lembaga keagamaan.

Menurutnya, kegiatan TSA dimulai dari pelayanan sosial kepada masyarakat sekitar 18 tahun lalu. “Awalnya kami hanya memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat, yang seiring waktu berkembang menjadi pembinaan spiritual yang lebih terstruktur,” ujarnya.

Suhu Karmalie juga menyebutkan bahwa seiring berkembangnya organisasi, TSA memiliki cetiya pertama di Kelapa Gading sebelum membangun cetiya kedua di PIK2. “Semoga keberadaan Cetiya Tian Shi Hua di PIK2 ini bisa memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, khususnya umat Buddha,” katanya.

Laman resmi Tian Shi Hua menyebutkan bahwa organisasi ini didirikan pada 2008 dengan nama Tian Shi Hua Philanthropist Social Club oleh empat orang sahabat berbeda agama, dengan semangat kebersamaan untuk membantu sesama dalam berbagai bidang.

Saat ini, kegiatan TSA juga mencakup bidang pendidikan.

Artikel Terkait