Ekonomi

--- Transformasi Besar-Besaran BUMN: 652 Perusahaan Diprediksi Akan Hilang ---

--- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkapkan bahwa sekitar 652 perusahaan BUMN akan dihapus dalam proses perampingan. Hal ini dibahas dalam pertemuan yang berlangsung...

D
Dinda Mughni
07 August 2026 22 pembaca
Nur Hana Putri Nabila
Nur Hana Putri Nabila
---TITLEEXCERPT--- Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkapkan bahwa sekitar 652 perusahaan BUMN akan dihapus dalam proses perampingan. Hal ini dibahas dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (6/8). ---CONTENT---

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menginformasikan bahwa sekitar 652 perusahaan BUMN akan dihapus sebagai bagian dari upaya percepatan streamlining atau perampingan Badan Usaha Milik Negara. Pertanyaan yang muncul adalah berapa banyak perusahaan pelat merah yang akan tersisa setelah proses ini selesai.

Diskusi Transformasi BUMN

Pada hari Kamis, 6 Agustus, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, bersama utusan khusus Presiden, membahas perkembangan terkini mengenai transformasi BUMN. Dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah mengenai percepatan program streamlining dan berbagai kemajuan yang sedang berlangsung di lingkungan BUMN.

Dony menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 274 entitas telah ditata sebagai bagian dari transformasi pengelolaan BUMN. Ia menegaskan bahwa program streamlining terus berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. “Kurang lebih nanti total yang akan kami selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang, sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan,” ujarnya, seperti yang diunggah di akun Instagram resmi BP BUMN pada Jumat, 7 Agustus.

Dampak Positif Transformasi

Lebih lanjut, Dony mengungkapkan bahwa ia sudah mulai merasakan dampak positif dari transformasi yang diterapkan di beberapa BUMN. Salah satu contohnya adalah perubahan strategi bisnis Pupuk Indonesia yang berhasil mencatatkan laba sebesar Rp 6,1 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini.

Dony menjelaskan bahwa transformasi ini juga telah mendorong peningkatan kapasitas produksi serta memperluas pasar ekspor industri pupuk nasional. “Sekarang kami sudah membangun 8 dan memperbaiki 8 pabrik pupuk kami dan sudah mulai ekspor pupuk, bulan lalu ekspor perdana kami ke Australia. Jadi kami sudah menjadi eksportir pupuk sekarang,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa BP BUMN dan Danantara berkomitmen untuk mendorong BUMN menjadi perusahaan yang lebih sehat, adaptif, dan kompetitif. Penyederhanaan struktur perusahaan, penguatan strategi bisnis, serta peningkatan kinerja operasional diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Artikel Terkait