Jakarta - Perubahan dalam standar kecantikan tampaknya semakin terlihat. Setelah beberapa tahun terakhir di mana wajah dengan filler tebal, bibir bervolume, dan rahang yang dipahat menjadi populer, kini banyak orang beralih ke penampilan yang lebih natural. Fenomena ini disebut sebagai 'old money face', yang menggambarkan wajah yang mempertahankan karakter aslinya, tampak segar, dan tidak terlihat menjalani prosedur estetika yang berlebihan.
Tren ini bahkan mulai mempengaruhi industri mode, di mana sejumlah agensi model kini mencari wajah-wajah yang alami dan tidak banyak mengalami perubahan akibat operasi plastik atau suntikan filler.
Perawatan Kecantikan yang Halus
Dokter estetika David Jack menjelaskan bahwa klien dari kalangan 'old money' tetap melakukan perawatan kecantikan, namun dengan pendekatan yang berbeda. Mereka lebih memilih prosedur yang hasilnya hampir tidak terlihat. "Mereka memilih prosedur yang tidak memberikan kesan telah melakukan perawatan, seperti skin booster, laser, polynucleotide, dan sedikit botox bila memang diperlukan," ungkap Jack.
Di sisi lain, mereka cenderung menghindari penggunaan filler pada bibir, pipi, dan rahang yang dapat mengubah bentuk wajah secara signifikan. "Yang lebih ditonjolkan adalah individualitas. Mereka tidak ingin orang lain menyadari bahwa mereka menjalani terlalu banyak prosedur estetika," tambahnya.
Meninggalkan 'Mar-a-Lago Face'
Dokter bedah kosmetik Georgina Williams menyatakan bahwa semakin banyak pasien yang secara khusus meminta agar wajah mereka tidak terlihat seperti 'Mar-a-Lago face', istilah yang merujuk pada wajah yang tampak terlalu tegang akibat operasi plastik atau dipenuhi filler. Pasien saat ini lebih tertarik pada terapi laser, terapi cahaya, dan prosedur yang merangsang produksi kolagen untuk meningkatkan kualitas kulit tanpa mengubah bentuk wajah.
Operasi facelift biasanya hanya dipertimbangkan ketika tanda-tanda penuaan mulai terlihat jelas, dengan tujuan untuk tetap mempertahankan hasil yang alami.
Fokus pada Perawatan Kulit
Tren 'old money face' juga menekankan pentingnya perawatan kulit dalam jangka panjang dibandingkan dengan mencari hasil instan. Tina Craig, pendiri merek perawatan kulit U Beauty, menyatakan bahwa kelompok ini lebih memilih rutinitas perawatan kulit yang konsisten daripada prosedur invasif menjelang acara penting. "Mereka tidak mengejar solusi instan. Mereka lebih fokus merawat kulit secara bertahap dalam jangka panjang," ujarnya.
Hal yang sama juga berlaku untuk perawatan rambut. Banyak orang kini memilih terapi untuk memperkuat rambut dan mencegah kerontokan, alih-alih menggunakan ekstensi rambut untuk menambah volume. Selain itu, tren ini juga menunjukkan penerimaan terhadap tanda-tanda penuaan alami. Garis halus, kerutan, dan flek akibat paparan sinar matahari tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang harus dihilangkan sepenuhnya.
Ahli perawatan wajah Teresa Tarmey menyebutkan bahwa banyak kliennya tetap menikmati aktivitas luar ruangan, seperti berkuda, bermain ski, dan berlayar. Mereka menyadari bahwa gaya hidup tersebut dapat meninggalkan bekas pada kulit, tetapi memilih untuk merawatnya tanpa berusaha menghapus seluruh tanda penuaan. "Klien saya mau mengeluarkan banyak uang untuk facial dan produk perawatan kulit, tetapi mereka juga menerima bahwa ada batasan dari semua perawatan tersebut," katanya.
Menurut para ahli, tren 'old money face' tidak bertujuan untuk membuat seseorang tampak jauh lebih muda. Sebaliknya, tren ini lebih menekankan pada wajah yang sehat, segar, dan tetap mempertahankan ciri khas alami pemiliknya.