Pendidikan

UGM Salurkan Voucer Makan Gratis untuk 47 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT

Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan voucer makan gratis kepada 47 mahasiswa yang terkena dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, sebagai dukungan dalam situasi darurat.

A
Adhe Dharma
04 September 2026 1 pembaca
Seorang personel SAR sedang berada di lokasi pencarian hari kedua di Manggarai, Minggu (16/8/2026). ANTARA/Ho-Kantor SAR Maumere.\r\n
Seorang personel SAR sedang berada di lokasi pencarian hari kedua di Manggarai, Minggu (16/8/2026). ANTARA/Ho-Kantor SAR Maumere.\r\n

SLEMAN—Universitas Gadjah Mada (UGM) telah memberikan voucer makan gratis kepada 47 mahasiswa yang terdampak oleh bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mahasiswa selama masa darurat yang mereka hadapi.

Voucer makan gratis ini dapat diambil dua kali sehari di UC Hotel yang berlokasi di dalam area kampus. Dr. Hempri Suyatna, Direktur Kemahasiswaan UGM, menyebutkan bahwa sebanyak 47 mahasiswa UGM mengalami dampak dari bencana gempa di NTT. Selain memberikan bantuan makanan, universitas juga sedang melakukan asesmen lanjutan untuk mengetahui kebutuhan masing-masing mahasiswa. "Pemberian voucer makan sudah dijalankan mulai tanggal 21 Agustus hingga saat ini," jelas Hempri pada Jumat (4/9/2026).

Asesmen Kebutuhan Mahasiswa

Bantuan voucer makan gratis merupakan salah satu bentuk dukungan dari UGM kepada mahasiswa yang terkena dampak bencana selama masa darurat. Selain itu, pihak Ditmawa UGM juga melakukan asesmen lebih lanjut untuk mengetahui bantuan yang diperlukan oleh setiap mahasiswa. "Selanjutnya, pihak Ditmawa sedang melaksanakan asesmen lebih lanjut terkait bantuan yang dibutuhkan oleh masing-masing mahasiswa," tuturnya. Langkah ini diambil untuk memetakan kebutuhan mahasiswa yang terdampak bencana di NTT secara lebih mendalam.

Tim Tanggap Bencana Dikerahkan

Respons UGM tidak hanya terbatas pada mahasiswa yang terdampak, tetapi juga melibatkan FK-KMK UGM yang telah mengirimkan tim tanggap bencana ke Manggarai untuk membantu masyarakat yang terkena dampak gempa. Tim ini fokus pada penanganan korban luka dan memberikan pelayanan kesehatan. Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM), Djarot Heru Santoso, menyatakan bahwa universitas akan mengirim tim asesmen kedua untuk membantu persiapan penanganan pasca darurat. Hasil asesmen ini akan digunakan untuk menentukan lokasi yang akan menjadi tempat relawan dan KKN Peduli Bencana, dengan program yang diperkirakan akan berangkat pada bulan September ini. "Sejauh ini, sudah ada 15 kandidat mahasiswa yang dinyatakan siap secara fisik dan mental untuk diterjunkan," kata Djarot.

Selain mengirimkan tim, UGM juga berkoordinasi dengan Pengda Kagama NTT. Koordinasi ini dilakukan secara khusus di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Flores. "Koordinasi ini sudah dilakukan untuk penyaluran bencana darurat," tambahnya.

Artikel Terkait