Kesehatan

Tanggapan Wamenkes Terkait Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, memberikan penjelasan mengenai insiden keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh.

E
Eira Orelia
04 September 2026 2 pembaca
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth)
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (Foto: Nafilah Sri Sagita/detikHealth)

Jakarta - Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, memberikan tanggapan mengenai insiden keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini. Ia menyatakan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pengkajian dan evaluasi untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada.

Dante menjelaskan bahwa hasil evaluasi dari Kementerian Kesehatan nantinya akan menjadi masukan untuk Badan Gizi Nasional (BGN). "Itu bukan masalah yang gampang. Kita mesti evaluasi, tapi kalau misalnya memang ada indikator yang menunjukkan bahwa ini ada kesalahan SPPG-nya (standar operasional) pasti akan kita masukkan kepada BGN," ujarnya saat ditemui oleh awak media di Jakarta Barat pada Jumat (4/9/2026).

Fokus pada Penanganan Pasien

Kondisi klinis para pasien yang mengalami keracunan akan menjadi fokus evaluasi Kementerian Kesehatan. Menurut Dante, langkah utama yang perlu dilakukan saat ini adalah memberikan pertolongan kepada pasien-pasien tersebut. "Yang paling penting adalah menolong dulu. Ditolong dulu yang mengalami keracunan ini. Nanti, investigasinya dilakukan bersama oleh Kementerian Kesehatan dan BGN. Secepatnya kita akan lakukan," katanya.

Pernyataan Mengenai Status KLB

Ketika ditanya mengenai kemungkinan penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB), Dante menyatakan bahwa hal tersebut sulit untuk dilakukan. Ia menegaskan bahwa evaluasi akan tetap dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai dengan standar yang benar. "Kalau KLB nggak mungkin. Kalau KLB itu mesti harus populasi umum. Tapi kalau ini kejadian khusus yang harus dievaluasi, itu saya setuju. Jadi jangan jadikan ini KLB. Kalau kejadian luar biasa itu menyangkut semua populasi," jelasnya.

"Ini kan populasi hanya sebagian yang diberikan makanan tambahan," tambah Dante.

Artikel Terkait