Ekonomi

Update Terbaru Rencana IPO Anak Perusahaan DEWA Gayo Mineral

Manajemen PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memberikan informasi terkini mengenai rencana PT Gayo Resources Mineral (GMR) untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO). GMR, yang merupakan anak perusahaa...

J
Jaya Abdi
07 August 2026 28 pembaca
Karunia Putri
Karunia Putri

Manajemen PT Darma Henwa Tbk (DEWA) telah mengungkapkan informasi terbaru mengenai PT Gayo Resources Mineral (GMR) yang berencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). GMR merupakan anak perusahaan DEWA yang bergerak di sektor pertambangan emas dan tembaga yang berlokasi di Aceh.

Direktur DEWA, Ricardo Silaen, menyatakan bahwa saat ini GMR masih dalam proses penyelesaian eksplorasi. Setelah tahap ini selesai, perusahaan akan mulai mencari pendanaan untuk mendukung pengembangan proyek. Meskipun IPO merupakan salah satu opsi yang dipertimbangkan, Ricardo menegaskan bahwa belum ada jadwal pasti untuk pelaksanaannya. "Untuk IPO belum ada timeline yang fixed," ungkap Ricardo.

Status GMR dan Rencana Pendanaan

GMR adalah anak perusahaan DEWA di mana 99,75% sahamnya dimiliki langsung oleh perusahaan induk. Saat ini, GMR belum memasuki tahap operasi komersial. Ricardo sebelumnya juga mengungkapkan bahwa DEWA sedang mempersiapkan pengembangan GMR sebagai proyek jangka menengah hingga panjang. Menurutnya, kebutuhan pendanaan untuk ekspansi dan monetisasi aset membuat IPO menjadi salah satu alternatif yang dipertimbangkan. "Salah satu metode untuk mengembangkan perusahaan adalah melalui funding. Untuk monetisasi, tentu saja IPO menjadi salah satu opsi yang sedang kami pertimbangkan," jelasnya dalam sebuah siaran YouTube.

GMR memiliki izin usaha pertambangan (IUP) eksplorasi yang mencakup area seluas sekitar 34.550 hektare. Perusahaan telah melakukan pengeboran di beberapa lokasi prioritas, termasuk di kawasan Tengkereng Atas. Berdasarkan hasil eksplorasi, DEWA telah melakukan penilaian aset oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan memperkirakan nilai bruto GMR mencapai sekitar Rp 7 triliun. Setelah dikurangi biaya akuisisi dan liabilitas, perusahaan mencatatkan negative goodwill sekitar Rp 4,5 triliun.

Direktur sekaligus Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi, juga menegaskan bahwa pengembangan GMR menuju tahap komersial memerlukan investasi yang besar, sehingga perusahaan mempertimbangkan berbagai sumber pendanaan eksternal. Ia menekankan bahwa GMR masih dalam tahap eksplorasi dan rencana untuk beralih ke produksi komersial merupakan strategi jangka panjang yang sedang dikaji, termasuk terkait besaran investasi dan sumber pendanaannya. "Salah satu opsi yang dipertimbangkan dalam sumber pendanaan adalah penawaran umum perdana (IPO) saham, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," tulis Mukson dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain IPO, Mukson menambahkan bahwa perusahaan juga sedang mengeksplorasi berbagai alternatif pendanaan lainnya. Hingga saat ini, belum ada keputusan atau langkah konkret terkait pelaksanaan IPO GMR, termasuk target waktunya. Di sisi lain, DEWA juga mulai memperluas portofolio bisnisnya di luar usaha utama sebagai kontraktor pertambangan dengan membentuk tiga anak perusahaan baru yang bergerak di bidang kelistrikan, infrastruktur kepelabuhanan, serta pariwisata dan perhotelan.

Ketiga entitas baru tersebut adalah PT DH Listrik, PT DH Infrastruktur, dan PT DH Arunika Hospitality. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi untuk menciptakan sumber pendapatan baru di luar bisnis kontraktor pertambangan batu bara dan mineral. "Langkah ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha (going concern) perseroan dalam jangka panjang dengan menciptakan sumber pendapatan baru, serta memperluas peluang dalam memperoleh proyek-proyek baru di masa mendatang," tulis manajemen DEWA dalam keterbukaan informasi BEI.

PT DH Listrik akan berfokus pada pembangkitan dan penyediaan tenaga listrik, sedangkan PT DH Infrastruktur akan beroperasi di bidang pelayanan kepelabuhanan dan transportasi. PT DH Arunika Hospitality akan mengembangkan bisnis pariwisata dan perhotelan, termasuk pengelolaan hotel dan penyediaan jasa terkait.

Artikel Terkait