Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengajak negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat regionalisme, ketahanan, dan relevansi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan seperti dinamika geopolitik, disrupsi ekonomi, serta perkembangan teknologi yang semakin rumit. Dalam pidato kebijakan mengenai masa depan ASEAN yang disampaikan di Markas Besar ASEAN, Jakarta, pada Selasa (4/8/2026), Anutin menyatakan bahwa kawasan saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan saat ASEAN didirikan hampir enam dekade yang lalu.
Menurut Anutin, persaingan strategis global saat ini berdampak pada perdagangan, investasi, teknologi, rantai pasok, serta keamanan energi dan pangan, yang semuanya memerlukan respons kolektif dari ASEAN. Ia menekankan bahwa saat ini ASEAN berada di persimpangan penting yang akan menentukan perannya sebagai organisasi regional di masa depan. “Saya percaya ASEAN kini berada di persimpangan jalan. Pilihan yang kita buat hari ini akan menentukan apakah ASEAN terus menunjukkan kemampuannya dan tetap menjadi kekuatan yang dipercaya serta konstruktif di kawasan maupun dunia,” ujarnya.
Prioritas Usulan Thailand untuk ASEAN
Anutin menilai bahwa ASEAN perlu memperkuat diri dari dalam untuk dapat menghadapi tekanan eksternal dan mempertahankan sentralitasnya di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik. Ia mengusulkan tiga prioritas bagi ASEAN, yaitu memperkuat regionalisme (stronger regionalism), meningkatkan ketahanan kawasan (greater resilience), dan memastikan ASEAN tetap relevan (lasting relevance).
Ia menekankan bahwa ketahanan kawasan harus diperkuat melalui integrasi ekonomi yang lebih dalam, penguatan rantai pasok, ketahanan pangan dan energi, konektivitas digital, serta pengembangan teknologi. Selain itu, ASEAN juga perlu memperluas kemitraan dengan negara-negara mitra yang berkomitmen terhadap tatanan internasional yang terbuka dan berbasis aturan. “Tujuannya bukan untuk menutup diri, melainkan tetap terbuka dari posisi yang lebih kuat,” tambahnya.
Relevansi dan Kontribusi ASEAN
Anutin juga menekankan bahwa relevansi ASEAN harus ditunjukkan melalui kontribusi nyata kepada masyarakat, termasuk dalam menghadapi berbagai ancaman lintas negara. Ia berpendapat bahwa kerja sama kawasan perlu diperkuat untuk menangani masalah seperti penipuan daring, kejahatan siber, dan perdagangan manusia, serta meningkatkan kapasitas generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman.
Menjelang peringatan 60 tahun ASEAN pada tahun 2027, Anutin menegaskan komitmen Thailand untuk terus berkontribusi dalam membangun organisasi yang lebih kuat. “ASEAN akan tetap menjadi jangkar perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Asia Tenggara sekaligus menjadi mitra yang dipercaya di tingkat regional maupun global,” ujarnya.