Politik

--- Wapres Gibran Tanam Pohon Cemara di Katedral Salib Suci Asmat ---

--- Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan penanaman pohon cemara di Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats, Kabupaten Asmat, sebagai simbol keberlanjutan pembangunan rumah ibadah. ---

J
Jarot Kusna
22 June 2026 69 pembaca
Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan peninjauan pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. (Istimewa)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan peninjauan pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. (Istimewa)
---TITLEEXCERPT--- Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan penanaman pohon cemara di Gereja Katedral Salib Suci Baru di Agats, Kabupaten Asmat, sebagai simbol keberlanjutan pembangunan rumah ibadah. ---CONTENT---

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau proyek pembangunan Gereja Katedral Salib Suci Baru yang terletak di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan, pada hari Minggu, 21 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia melakukan penanaman pohon cemara sebagai simbol harapan dan keberlanjutan bagi pembangunan rumah ibadah di daerah itu.

Menurut informasi dari Sekretariat Wakil Presiden, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kerja di Kabupaten Asmat untuk memastikan bahwa infrastruktur dasar, termasuk fasilitas pelayanan keagamaan, dapat berjalan dengan baik. Langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan yang inklusif di wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Progres Pembangunan Katedral

Setibanya di lokasi, Gibran langsung mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan proyek dari Vallens Aji Sayekti, Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agats. Aji menyampaikan bahwa struktur utama gereja telah selesai dan saat ini sedang dalam tahap penyelesaian atap serta pengerjaan interior.

Ia menambahkan bahwa seluruh material yang digunakan untuk interior gereja memanfaatkan potensi lokal. “Kayunya semua dari sini semua, Pak. Kayu lokal ini, Pak. Ini manual semua, Pak,” ungkap Aji saat berbincang dengan Wapres Gibran di lokasi proyek.

Partisipasi Masyarakat dan Tantangan Anggaran

Pembangunan katedral ini dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat. Sebanyak 35 pekerja terlibat dalam pembangunan struktur utama, sedangkan 16 pekerja lainnya fokus pada detail interior gereja. Secara keseluruhan, proses konstruksi telah berlangsung hampir lima bulan.

Aji juga menyampaikan bahwa proyek Gereja Katedral Salib Suci Baru ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk donatur swasta, pemerintah daerah, sumbangan sukarela dari aparatur sipil negara (ASN) yang beragama Katolik, serta swadaya umat. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa panitia masih menghadapi kekurangan anggaran untuk menyelesaikan seluruh pembangunan hingga tuntas.

Artikel Terkait