Kesehatan

Waspadai Gejala Penyakit Jantung di Usia Muda

Penyakit jantung tidak hanya mengancam kelompok usia lanjut, tetapi juga dapat menyerang usia muda akibat gaya hidup yang tidak sehat. Nyeri dada saat beraktivitas perlu diwaspadai sebagai gejala awal...

E
Eira Orelia
10 July 2026 39 pembaca
Foto: Mayapada Hospital
Foto: Mayapada Hospital

Jakarta - Penyakit jantung sering dianggap hanya mengincar orang tua, namun gaya hidup modern yang dipenuhi stres, kurang tidur, pola makan tidak sehat, dan minimnya aktivitas fisik meningkatkan risiko gangguan jantung, bahkan pada usia produktif. Sayangnya, gejala awal seperti nyeri dada sering dianggap sepele dan dikaitkan dengan kelelahan, asam lambung, atau nyeri otot. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada jantung yang memerlukan penanganan segera.

Dokter Spesialis Jantung dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp. JP (K), FIHA, FESC, FSCAI, menjelaskan bahwa nyeri dada pada usia muda perlu dievaluasi karena penyebabnya bisa beragam. "Nyeri dada yang muncul saat aktivitas, terjadi berulang, atau disertai gejala seperti sesak dan keringat dingin perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya secara tepat dan menentukan langkah penanganan yang sesuai," jelas dr. Jeffrey dalam keterangan tertulis.

Gejala dan Perbedaan Nyeri Jantung

Keluhan khas akibat gangguan jantung umumnya terasa seperti dada ditekan atau tertindih benda berat di bagian tengah dada. Rasa sakit ini dapat menjalar hingga ke lengan, leher, rahang, punggung, atau ulu hati. Gejala penyerta lainnya yang perlu diwaspadai mencakup sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, pingsan, hingga detak jantung berdebar hebat.

Meski mirip, nyeri jantung berbeda dengan nyeri otot atau lambung. Nyeri otot biasanya berubah saat tubuh digerakkan atau area dada ditekan, sedangkan keluhan lambung lebih sering dipicu oleh makanan atau munculnya sensasi panas di dada. Oleh karena itu, pemeriksaan medis mutlak diperlukan untuk memastikan diagnosis yang tepat.

Faktor Risiko dan Pentingnya Deteksi Dini

Risiko penyakit jantung pada usia muda tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia, tetapi juga berbagai faktor risiko yang sering kali berkembang tanpa disadari. Kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kurang aktivitas fisik, hingga riwayat keluarga dengan penyakit jantung dini perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan jantung.

Mengingat beberapa kondisi jantung bisa berkembang tanpa gejala khas, deteksi dini merupakan langkah vital. Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Heart & Vascular Center sebagai pusat pelayanan jantung dan pembuluh darah. Layanan ini mengedepankan prinsip Advance Treatment, Team-Based Management, dan Emergency Excellence.

Di dalamnya tersedia Cardiac Emergency 24/7 untuk penanganan gawat darurat jantung, serta Chest Pain Unit yang bahkan digratiskan apabila pasien tidak terbukti mengalami gangguan jantung. Pasien dan keluarga juga akan mendapatkan pendampingan dari Cardiac Advisor yang membantu mengkoordinasikan jadwal, prosedur, serta informasi perawatan secara komprehensif.

Informasi lebih lanjut seputar layanan ini dapat diakses melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, dan Emergency Call 150990 atau melalui fitur emergency call di aplikasi MyCare. Melalui MyCare, masyarakat juga dapat memantau kebugaran dengan fitur Personal Health yang menghitung detak jantung, langkah kaki, pembakaran kalori, hingga indeks massa tubuh (BMI).

Artikel Terkait