Kesehatan

Waspadai Serangan Jantung Tanpa Gejala pada Kelompok Tertentu

Serangan jantung sering kali diidentifikasi melalui gejala klasik, namun ada kelompok tertentu yang dapat mengalami kondisi ini tanpa menunjukkan tanda-tanda khas. Penting untuk mengenali kelompok ter...

I
Indriani Atmaja
30 August 2026 10 pembaca
Serangan jantung bisa muncul tanpa gejala. Foto: Getty Images/Mininyx Doodle
Serangan jantung bisa muncul tanpa gejala. Foto: Getty Images/Mininyx Doodle

Jakarta - Banyak orang mengenali tanda-tanda serangan jantung melalui gejala umum, seperti nyeri di dada sebelah kiri yang terasa berat. Namun, terdapat kelompok tertentu yang dapat mengalami serangan jantung tanpa menunjukkan gejala tersebut. Dalam dunia medis, kelompok ini dikenal sebagai "populasi khusus".

Dokter Maya Munigar Apandi, SpJP(K), menjelaskan bahwa keluhan yang dialami oleh populasi khusus sering kali sangat samar, sehingga dapat mengecoh dan mengakibatkan penundaan dalam penanganan medis yang diperlukan.

Siapa Saja yang Termasuk Populasi Khusus?

Dr. Maya mengungkapkan bahwa populasi khusus ini terdiri dari beberapa kelompok individu dengan karakteristik kerentanan tertentu. "Populasi khusus spesifik itu yang mana? (Di antaranya ialah) usia muda, usia lanjut, usia yang ekstrem (terlalu muda atau terlalu tua), perempuan, dan pasien-pasien yang punya sakit diabetes," jelasnya saat ditemui.

Di antara kelompok ini, jarang ditemukan pasien yang mengeluhkan nyeri dada sebelah kiri secara spesifik. Keluhan yang muncul cenderung tidak khas (atypical) jika dibandingkan dengan populasi umum.

Gejala "Siluman" yang Kerap Mengecoh

Karena tidak merasakan nyeri dada yang tajam, pasien dari populasi khusus sering kali datang ke rumah sakit dengan keluhan yang tampak ringan atau tidak berhubungan langsung dengan jantung. "Kadang datang dengan keluhannya yang lain. Ya bisa dari otot, bisa sesak napas yang tidak terkondisikan. Nggak jelas, pokoknya nggak enak lah dadanya. Ada juga yang cuma keluar keringat dingin. Semua kita periksa bagus, pas kita lihat EKG, wah ini sama aja (serangan jantung)," terangnya.

Kondisi ini menegaskan pentingnya pemeriksaan rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG) bagi populasi khusus, meskipun gejala yang muncul hanya berupa pegal otot, dada terasa tidak nyaman, atau keringat dingin tanpa sebab yang jelas.

Di balik gejala serangan jantung yang mendadak, terdapat proses yang panjang berupa pembentukan plak atau kalsifikasi (penumpukan kalsium) yang mengeraskan dinding pembuluh darah. Menurut dr. Maya, di Indonesia, terdapat dua penyebab utama yang merusak pembuluh darah: hipertensi dan merokok.

Kombinasi kedua faktor ini dapat mempercepat kerusakan arteri koroner secara fatal. "Hipertensi bikin pembuluh darahnya kaku, tidak fleksibel. Merokok juga sama, bikin kaku, bikin dinding pembuluh darahnya jadi sensitif. Kalau makanannya berlemak dan tinggi gula, tambah berproses dia, menyebabkan plak atau kalsifikasi," imbuhnya.

Jika mengalami gejala samar seperti dada tidak nyaman yang disertai keringat dingin, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, serta mulai memodifikasi gaya hidup dengan berhenti merokok dan mengontrol asupan gula serta lemak.

Artikel Terkait