Kesehatan

Waspadai Tanda-Tanda Diabetes yang Menyebabkan Kelelahan Berkelanjutan

Kelelahan yang tidak kunjung hilang meskipun sudah beristirahat bisa menjadi indikasi adanya diabetes. Kenali gejala-gejala yang menyertainya dan pentingnya pemeriksaan gula darah.

A
Agus Wigati
20 June 2026 17 pembaca
Kelelahan bisa jadi tanda-tanda diabetes yang sering terabaikan. Foto: iStock
Kelelahan bisa jadi tanda-tanda diabetes yang sering terabaikan. Foto: iStock

Rasa lemas atau kelelahan umumnya dapat diatasi dengan istirahat yang cukup. Namun, jika kelelahan tersebut terus-menerus muncul, hal ini bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan tertentu. Diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2, merupakan salah satu kondisi yang dapat menyebabkan gejala kelelahan yang berkepanjangan. Penting untuk memahami penyebab kelelahan yang terkait dengan diabetes serta gejala lain yang sering menyertai kondisi ini.

Gejala Diabetes yang Menyebabkan Kelelahan

Beberapa gejala diabetes dapat berkontribusi terhadap rasa lelah meskipun sudah beristirahat, di antaranya:

  • Rasa haus berlebihan (polidipsia): Kondisi ini terjadi karena tubuh berusaha mengatasi kadar gula darah yang tinggi. Rasa haus juga bisa disebabkan oleh seringnya buang air kecil (poliuria), yang merupakan salah satu gejala diabetes.
  • Rasa lapar berlebihan meskipun sudah makan (polifagia): Kekurangan insulin mengakibatkan tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup, sehingga meningkatkan rasa lapar.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas: Ketika glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel, tubuh merasa kekurangan energi dan mulai membakar lemak serta otot sebagai sumber energi.
  • Penglihatan kabur: Kadar gula darah yang tinggi dapat menarik cairan dari jaringan tubuh, termasuk lensa mata.

Meskipun tidak semua gejala ini secara langsung menyebabkan kelelahan, banyak di antaranya dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang berkepanjangan. Hal ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental, sehingga memicu rasa lelah.

Penyebab Lain Kelelahan pada Penderita Diabetes

Selain gejala yang telah disebutkan, ada beberapa faktor lain yang membuat diabetes dapat menyebabkan kelelahan, antara lain:

  • Perubahan Kadar Gula Darah: Tubuh mengubah makanan menjadi gula sederhana atau glukosa. Sel-sel tubuh memerlukan insulin untuk menyerap glukosa dari darah dan mengubahnya menjadi energi. Pada penderita diabetes, pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan efektif. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah meningkat, dan kelelahan dapat terjadi ketika sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup glukosa untuk menghasilkan energi.
  • Kesehatan Mental: Mengidap diabetes juga dapat memengaruhi kondisi mental dan emosional seseorang. Beberapa gejala depresi yang dapat berkontribusi terhadap kelelahan meliputi perubahan pola makan yang memengaruhi kadar glukosa darah, kehilangan energi dan motivasi, serta kenaikan berat badan.

Pentingnya Pemeriksaan Gula Darah

Pemeriksaan kesehatan, seperti cek gula darah, sangat penting untuk mengetahui adanya gangguan pada kadar gula darah. Dengan hasil pemeriksaan yang diketahui, seseorang dapat melakukan perubahan pola hidup yang lebih sehat lebih awal. “Kalau masalah gula harus cek lab, tentu saja. Tidak hanya gula sewaktu, jadi harus diagnosis untuk diabetes mellitus itu paling tidak ada gula darah puasa, atau namanya HbA1c. Itu adalah rata-rata kadar gula darah 2-3 bulan terakhir, sehingga kita jadi tahu, 'Oh saya ini aman nggak sih?' Atau saya masuk ke prediabetes, atau saya sudah diabetes,” ungkap seorang dokter spesialis penyakit dalam.

Setelah melakukan pemeriksaan gula darah, kesadaran untuk menjaga kesehatan biasanya akan meningkat. Dari situ, individu dapat mulai lebih bijak dalam memilih makanan sehat dan mengurangi konsumsi makanan yang berisiko meningkatkan kadar gula darah.

Artikel Terkait