PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengambil langkah strategis dengan melepas anak usahanya, PT Jejaring Digital Utama (JDU), yang bergerak di sektor bisnis digital. Keputusan ini diambil oleh perusahaan yang dimiliki oleh Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo, setelah mereka mendirikan bisnis di bidang konstruksi sentral telekomunikasi. Proses pengalihan ini dilakukan kepada perusahaan swasta bernama PT Investasi Berjaya Sejahtera.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (19/8), manajemen WIFI mengungkapkan, “PT Solusi Sinergi Digital Tbk selaku salah satu pemegang saham JDU, mengalihkan seluruh saham yang dimiliki sebanyak 350 (tiga ratus lima puluh) saham kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera.” Meskipun telah melepaskan aset digital tersebut, manajemen WIFI menegaskan bahwa langkah ini tidak akan berdampak signifikan terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Perubahan Fokus Bisnis
Dengan divestasi ini, WIFI kini semakin fokus pada bidang infrastruktur telekomunikasi dan konektivitas. Sebelum melakukan divestasi, perusahaan juga telah menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 42206 yang berkaitan dengan Konstruksi Sentral Telekomunikasi. Rencana ini akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (11/11).
Bisnis baru ini diperkirakan memiliki nilai net present value (NPV) mencapai Rp 929,8 miliar dengan payback period selama satu tahun lima bulan. Hal ini menunjukkan bahwa WIFI diproyeksikan dapat mengembalikan seluruh investasi yang dikeluarkan setelah proyek beroperasi selama periode tersebut.
Profil Perusahaan dan Kinerja Keuangan
Saat ini, sektor usaha WIFI telah menyusut dan mencakup beberapa bidang, termasuk periklanan, perusahaan holding, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, aktivitas telekomunikasi tanpa kabel, serta jaringan serat optik melalui anak perusahaan. Menurut informasi di situs resmi perusahaan, WIFI memiliki beberapa anak usaha, di antaranya PT Solusi Jaringan Nusantara yang menyediakan layanan terkelola telekomunikasi dan infrastruktur jaringan.
Selain itu, terdapat PT Gawai Maju Indonesia yang berfungsi sebagai holding company untuk investasi dan pengelolaan portofolio bisnis di bidang periklanan, produk dan layanan digital, serta rantai pasok. Juga ada PT Jaringan Infra Andalan (JIA), yang merupakan perusahaan holding dan pengembang di bidang infrastruktur telekomunikasi dan konektivitas digital. JIA memiliki dua anak usaha, yaitu PT Integrasi Jaringan Ekosistem, yang menyediakan infrastruktur telekomunikasi dan solusi teknologi informasi dan komunikasi (ICT), serta PT Investasi Jaringan Nusantara yang bertugas sebagai holding company dan menjalankan kegiatan usaha di sektor periklanan dan perdagangan besar peralatan telekomunikasi.
Pada semester pertama tahun 2026, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 331,16 miliar, yang meningkat 45,30% dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai Rp 227,91 miliar. Selain itu, pendapatan perusahaan juga mengalami lonjakan menjadi Rp 1,57 triliun, meningkat 205,77% dari Rp 513,46 miliar secara tahunan.