Politik

Zulkifli Hasan Tanggapi Pelesetan Nama PAN Menjadi Partai Artis Nasional

Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Amanat Nasional, mengungkapkan bahwa ia tidak mempermasalahkan jika partainya disebut sebagai Partai Artis Nasional. Ia menekankan bahwa PAN terbuka bagi semua kalang...

E
Eko Prasetyo
27 June 2026 68 pembaca
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Jakarta, Sabtu (27/6/2026). (Liputan6.com/Delvira)
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Jakarta, Sabtu (27/6/2026). (Liputan6.com/Delvira)

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa ia tidak merasa terganggu dengan sebutan Partai Artis Nasional yang sering dilontarkan kepada partainya. Ia menegaskan bahwa PAN adalah partai yang inklusif dan menerima semua orang yang ingin berkontribusi bagi bangsa.

Pernyataan Zulkifli Hasan di Acara Pelantikan

Usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Jakarta pada Sabtu (27/6/2026), Zulhas mengatakan, "Partai PAN itu kadang-kadang dipelesetkan Partai Artis Nasional, ya. Nah, kami tidak membeda-bedakan siapapun yang cinta terhadap bangsa kita, cinta tanah air, bergabung sama kita, apalagi artis."

Talenta Artis dalam Politik

Menurut Zulhas, banyak politikus yang berasal dari kalangan artis memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik. Ia mencontohkan beberapa artis seperti Eko Patrio dan Uya Kuya yang dianggap memiliki bakat luar biasa. "Artis itu punya talenta-talenta yang luar biasa, cerdas-cerdas, ya, seperti Eko Patrio, Uya Kuya, gitu. Tadi kan teman-teman lihat betapa mereka kreatif, kerjanya sangat produktif, cerdas-cerdas," ujarnya.

Zulhas juga menyoroti latar belakang pendidikan Uya Kuya yang merupakan lulusan Universitas Indonesia dengan jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, yang relevan dengan dunia politik. "Dan Uya Kuya itu lulusan UI, jurusan apa, FISIP UI. Studinya memang politik, gitu," tambahnya.

Ia juga memberikan contoh Eko Patrio yang pernah menjabat sebagai Ketua DPW PAN Jakarta. Meskipun awalnya diragukan, Eko berhasil menunjukkan kinerjanya dengan meningkatkan jumlah anggota partai. "Jadi, kinerja Ketua PAN dulu Eko Patrio dari dua jadi 10. Yang dulu ditertawakan, 'Oh, kok jadi ketua partai?', gitu ya kan? Tapi dari dua jadi 10. RI-nya 3, jadi 3," jelas Zulhas.

Ia menutup pernyataannya dengan memuji acara yang dipimpin Uya Kuya, menilai bahwa acaranya sangat luar biasa.

Artikel Terkait