Serka La Rahimu, seorang ajudan Gubernur Maluku, telah menjadi sorotan setelah menghina mahasiswa Wili Ropena dengan sebutan monyet di Lapangan Merdeka Ambon pada Senin, 17 Agustus 2026. Wili Ropena hadir untuk menyampaikan surat aspirasi dari tetua adat Manusela kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Kecaman Publik di Media Sosial
Insiden ini memicu reaksi negatif di media sosial, di mana banyak netizen mengecam tindakan ajudan tersebut. Mereka menganggap bahwa seorang aparat yang seharusnya mendukung masyarakat dalam menyampaikan aspirasi justru melontarkan kata-kata yang merendahkan. Berbagai komentar pedas muncul di unggahan akun Thread kirinesia yang membahas peristiwa ini.
“Oh itu dia lagi kenalan, nyebutin namanya, Monyet,” tulis salah satu netizen. Beberapa pengguna media sosial lainnya juga menyoroti posisi ajudan yang seharusnya menunjukkan sikap hormat kepada masyarakat. “Wah..br ajudan gubernur aja sombong ingat gubernur yg anda kawal Ada masa pensiun,” komentar salah satu netizen. Mereka menekankan bahwa masyarakat yang datang untuk menyampaikan aspirasi seharusnya dihargai, karena pejabat dan aparat yang mendampingi mereka bekerja untuk kepentingan publik.
Pernyataan Permohonan Maaf
Setelah mendapatkan banyak kritik, Serka La Rahimu akhirnya meminta maaf secara terbuka atas ucapan yang tidak pantas tersebut. "Memang saya akui dan minta maaf, ucapan monyet itu saya lontarkan ke individu yang bersangkutan karena spontanitas,” ungkapnya. Diketahui bahwa ajudan Gubernur Maluku ini berpangkat Sersan Kepala, dengan nama lengkap Serka La Rahimu.