Ekonomi

BI Siapkan Insentif Baru untuk Tarik Modal Asing ke Indonesia

Bank Indonesia menyiapkan insentif baru untuk menarik modal asing ke instrumen portofolio domestik guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah.

A
Agus Wigati
23 July 2026 2 pembaca
Ade Rosman
Ade Rosman

Bank Indonesia (BI) menyiapkan sejumlah insentif baru untuk menarik aliran modal asing ke instrumen portofolio domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, langkah ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menjaga ketahanan sektor eksternal.

Perry menjelaskan, salah satu kebijakan yang ditempuh adalah memberikan insentif berupa penurunan biaya swap lindung nilai atau hedging swap sebesar 10% bagi investor asing. “Bank Indonesia juga mengoptimalkan seluruh instrumen moneter dan memberikan insentif penurunan tingkat swap lindung nilai hedging swap sebesar 10% bagi investor asing guna semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Rabu (22/7).

Ia menambahkan, BI juga memperluas instrumen operasi moneter valuta asing dengan menyediakan transaksi spot dan swap antara rupiah dan offshore Chinese Renminbi (CNH). Langkah ini dilakukan seiring semakin luasnya penggunaan skema Local Currency Transaction (LCT) dalam transaksi perdagangan dan investasi.

Perry menegaskan, BI akan terus memperluas berbagai insentif guna meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik bagi investor global. “Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperluas pemberian insentif untuk tetap menarik aliran masuk modal asing, memperluas pemanfaatan LCT, dan juga mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas. Semuanya diarahkan untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah,” katanya.

Perry meyakini nilai tukar rupiah akan tetap stabil dan cenderung menguat. Ia mengatakan, optimisme itu didukung oleh komitmen BI menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan, imbal hasil aset keuangan domestik yang tetap menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai BI masih baik di tengah gejolak global.

Artikel Terkait