Kesehatan

Ciri-Ciri Depresi dan Kecemasan pada Remaja yang Perlu Diketahui Orang Tua

Masalah kesehatan mental remaja di Indonesia semakin meningkat, dengan banyak yang mengalami depresi dan kecemasan. Orang tua diimbau untuk mengenali tanda-tanda awal agar dapat memberikan bantuan yan...

J
Jarot Kusna
23 July 2026 3 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/spukkato)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/spukkato)

Masalah kesehatan mental pada anak dan remaja di Indonesia menjadi perhatian serius. Data dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menunjukkan bahwa dari sekitar 46 juta remaja, sebanyak 15,5 juta atau satu dari tiga remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Gangguan yang umum ditemukan meliputi kecemasan, hiperaktivitas, depresi, gangguan perilaku, dan stres berat. Sekitar 2 persen anak dan remaja dilaporkan mengalami depresi, dan 61 persen dari mereka mengaku pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup dalam sebulan terakhir.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Angga Wirahmadi, SpA, Subsp TKPS(K), menjelaskan bahwa kasus depresi lebih rentan terjadi pada remaja perempuan, mereka yang berpendidikan menengah, serta yang tinggal di perkotaan. Namun, tingkat kesadaran masyarakat untuk mencari bantuan medis masih sangat rendah. "Walaupun angka depresi ini termasuk tinggi, ternyata hanya 10 persen populasi usia muda ini yang mencari pertolongan ke dokter," ungkap dr Angga dalam sebuah webinar.

Ciri-Ciri Depresi pada Remaja

Untuk mencegah risiko yang lebih berat, dr Angga mengimbau orang tua agar lebih peka dan mengenali gejala awal depresi pada anak. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain hilangnya minat untuk beraktivitas, merasa minder, mengalami gangguan tidur, penurunan nafsu makan, dan sering merasa tidak berguna. "Coba dipantau apakah anak menunjukkan gejala atau tanda tersebut. Jika ada, konsultasikan segera ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut," tegasnya.

Tanda Gangguan Kecemasan yang Sering Terlewat

Selain depresi, orang tua juga diminta untuk mewaspadai gangguan kecemasan. dr Angga menjelaskan bahwa remaja dengan kecemasan tinggi sering menunjukkan perilaku overthinking, menghindar dari situasi yang tidak disukai, dan sering mengeluh sakit perut. Gejala psikologis ini juga sering muncul sebagai gejala fisik, seperti keringat dingin berlebihan, jantung berdebar, sakit kepala, gelisah, dan kesulitan tidur. "Jadi gejalanya sebenarnya agak sulit dibedakan dengan gangguan-gangguan lain," pungkasnya.

Dengan mengenali ciri-ciri depresi dan kecemasan, diharapkan orang tua dapat lebih siap untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan anak-anak mereka.

Artikel Terkait