Boy Thohir, yang menjabat sebagai Ketua KIKC, bersama Jenderal Purn Hendropriono selaku Ketua YWBI, telah menyerahkan beasiswa kepada tiga calon mahasiswa yang akan berangkat ke Universitas Tianjin, China, pada bulan September. Program beasiswa ini akan lebih difokuskan pada bidang kedokteran dan STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di Indonesia.
Kebutuhan Tenaga Medis di Indonesia
Boy Thohir menjelaskan bahwa fokus baru ini diambil berdasarkan kebutuhan mendesak Indonesia akan tenaga medis dan profesional di bidang teknologi. Ia menggarisbawahi bahwa kekurangan dokter di Indonesia merupakan isu yang perlu mendapatkan perhatian serius. Dalam kesempatan tersebut, Boy merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa jumlah dokter di Indonesia masih kurang.
Program Beasiswa yang Inklusif
Ke depan, KIKT dan YWBPI tidak hanya akan memberikan beasiswa kepada siswa baru, tetapi juga akan mempertimbangkan mahasiswa yang sudah berada di tahap akhir pendidikan namun mengalami kesulitan finansial. Boy menambahkan bahwa skema ini bertujuan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan agar dapat menyelesaikan pendidikan mereka.
Bidang kedokteran menjadi perhatian utama karena biaya pendidikan yang meningkat, terutama saat mahasiswa harus menyelesaikan pendidikan profesi atau melanjutkan ke spesialisasi. Boy menegaskan bahwa program beasiswa ini akan tetap mengikuti arahan dari Hendropriyono sebagai bagian dari YWBPI.
KIKT juga akan terus berfungsi sebagai jembatan antara dunia usaha Indonesia dan China, termasuk dalam menjalin kerja sama pendidikan. Boy menegaskan, “Kalau dari KIKT sekali lagi memang tadi fungsi saya mencoba menjembatani antara Indonesia dengan China.”
Ketika ditanya tentang arah program beasiswa ke depan, Boy menegaskan bahwa akan lebih difokuskan pada kebutuhan tenaga dokter dan penguatan bidang STEM. “Ya, kita lebih fokus ke masalah STEM dan kedokteran,” ujarnya.
Tiga Penerima Beasiswa Dikirim ke China
Program beasiswa KIKT dan YWBPI telah memasuki tahap pelaksanaan dengan pengiriman tiga penerima Beasiswa Dharma Bumiputra untuk menempuh pendidikan di Tianjin University, China. Ketiga penerima tersebut memilih bidang studi yang berbeda, dengan dua di antaranya berkaitan dengan STEM, yaitu teknik lingkungan dan teknik kimia, sementara satu lainnya mengambil farmasi.
Inisiatif ini merupakan langkah awal KIKT dan YWBPI dalam membuka akses pendidikan bagi pelajar Indonesia di perguruan tinggi di China. Boy sebelumnya menyatakan bahwa perkembangan pendidikan dan teknologi di China menjadi salah satu alasan mengapa negara tersebut dipandang sebagai tujuan potensial bagi pelajar Indonesia, terutama di bidang STEM.
Kerja sama pendidikan ini tidak hanya akan berhenti di Tianjin University, melainkan KIKT dan YWBPI juga berencana untuk menjajaki peluang kerja sama dengan perguruan tinggi lain di China untuk memperluas pilihan pendidikan bagi penerima beasiswa. Dengan fokus baru pada kedokteran dan STEM, diharapkan program beasiswa ini tidak hanya membantu dari segi pembiayaan pendidikan, tetapi juga berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan nasional, khususnya di bidang kesehatan, sains, dan teknologi.