Pendidikan

Pendaftaran Beasiswa Santri Baznas 2026 Dibuka untuk 2.500 Santri Dhuafa

Beasiswa Santri Baznas 2026 kini tersedia untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi di seluruh Indonesia, memberikan kesempatan pendidikan bagi mereka yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.

A
Adhe Dharma
31 August 2026 10 pembaca
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik

Beasiswa Santri Baznas 2026 telah resmi dibuka untuk 2.500 santri dhuafa berprestasi di seluruh Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan ditujukan bagi santri kelas 12 Madrasah Aliyah (MA) atau yang setara, yang sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi.

Peluncuran program ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Wahabiyyah Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada hari Sabtu, 29 Agustus 2026. Inisiatif ini merupakan salah satu langkah Baznas untuk memperluas akses pendidikan bagi santri dari keluarga kurang mampu.

Tujuan Program Beasiswa

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendukung santri dhuafa berprestasi dalam menghadapi proses seleksi perguruan tinggi. Ia menekankan bahwa dukungan pendidikan bagi santri merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. "Program Beasiswa Santri Baznas ini, kami telah bermitra dengan ribuan pesantren dan merangkul 32.418 santri dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia untuk melangkah ke perguruan tinggi," ungkap Sodik dalam keterangannya di Jakarta pada 30 Agustus 2026.

Program ini juga bertujuan untuk mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia dan pendidikan.

Manfaat yang Diberikan

Sodik menambahkan bahwa Beasiswa Santri Baznas telah memberikan manfaat kepada puluhan ribu santri melalui kerja sama dengan berbagai pesantren di Indonesia. Pada tahun 2025, lebih dari 7.300 santri berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, termasuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), serta Perguruan Tinggi Swasta (PTS) unggulan.

Dari total 10.000 penerima manfaat pada tahun tersebut, sebanyak 4.779 santri merupakan generasi pertama dalam keluarganya yang berkesempatan untuk memperoleh gelar sarjana. Sodik menekankan bahwa pencapaian ini menunjukkan pentingnya membuka akses pendidikan tinggi bagi santri yang memiliki kemampuan akademik namun terkendala oleh kondisi ekonomi.

Baznas berkomitmen untuk mendorong transformasi pesantren agar santri memiliki kesempatan yang setara dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa menghilangkan karakter dan nilai-nilai keislaman yang menjadi bagian penting dari pendidikan pesantren. "Dari pesantren, kami berharap lahir dokter, insinyur, akademisi, profesional, pengusaha, birokrat, dan pemimpin yang memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045," tambah Sodik.

Ia juga mengingatkan para santri untuk tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga berani menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, ekonomi, serta politik, yang dianggap penting untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi bangsa.

Bantuan Finansial dan Pembinaan

Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa setiap penerima Beasiswa Santri Baznas 2026 akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp4 juta. Dana ini berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Selain bantuan finansial, penerima juga akan mendapatkan pembinaan untuk mendukung persiapan memasuki perguruan tinggi.

Program ini juga mencakup peningkatan kapasitas pelaksanaan bagi pesantren yang menjadi pengelola program. Idy menambahkan bahwa bantuan ini tidak hanya ditujukan untuk membantu santri dhuafa berprestasi dalam memasuki perguruan tinggi yang diinginkan, tetapi juga untuk memperkuat peran pesantren dalam mendampingi perkembangan akademik para santri. "Program ini kami hadirkan karena kesempatan para santri, khususnya di kawasan pelosok untuk mengakses perguruan tinggi negeri ternama masih sangat terbatas," jelas Idy.

Melalui program ini, Baznas memberikan pendampingan berupa bimbingan belajar agar santri memiliki peluang lebih besar untuk mengikuti seleksi perguruan tinggi negeri favorit, baik yang umum maupun berbasis keagamaan.

Dukungan dari Kementerian Agama

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama RI, Basnang Said, juga memberikan dukungan terhadap Beasiswa Santri Baznas 2026. Ia mengapresiasi langkah Baznas dalam memberikan dukungan pembiayaan bagi santri, terutama dari keluarga kurang mampu, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Basnang menyatakan bahwa kondisi ekonomi keluarga santri masih menjadi salah satu tantangan dalam mengakses pendidikan tinggi.

Dengan dibukanya Beasiswa Santri Baznas 2026, diharapkan kesempatan bagi santri dhuafa berprestasi untuk mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi semakin terbuka. Program ini menjadi bagian dari upaya untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri dari berbagai daerah di Indonesia.

Artikel Terkait