Nasional

BPJS Ketenagakerjaan Berikan Keterampilan Kerja untuk Ahli Waris di Banda Aceh

BPJS Ketenagakerjaan mengadakan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) di Banda Aceh untuk membekali ahli waris dengan keterampilan kerja.

V
Vina Maharani
24 July 2026 3 pembaca
jpnn.com Sumber: jpnn.com
BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Keterampilan Kerja Lewat Program PEKA di Banda Aceh
BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris Keterampilan Kerja Lewat Program PEKA di Banda Aceh

BANDA ACEH - Kehilangan pencari nafkah menjadi tantangan besar bagi sebuah keluarga. Selain berduka, keluarga yang ditinggalkan harus mampu melanjutkan kehidupan dan menjaga keberlangsungan ekonomi rumah tangga. Sebagai bentuk komitmen untuk memastikan perlindungan jaminan sosial memberikan manfaat berkelanjutan, BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) di Balai Pelatihan dan Vokasi Produktivitas (BPVP) Banda Aceh.

Program ini tidak hanya memberikan perlindungan melalui santunan, tetapi juga membekali ahli waris dengan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi. Melalui Program PEKA, para ahli waris menerima pelatihan berbasis keterampilan yang disesuaikan dengan peluang usaha dan kebutuhan pasar. Pada pelaksanaan di Banda Aceh, peserta mendapatkan pelatihan menjadi barista, menjahit, serta dasar-dasar instalasi listrik yang diharapkan dapat membuka peluang usaha maupun kesempatan kerja baru.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Trisna Sonjaya mengatakan Program PEKA merupakan implementasi komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan perlindungan yang berkelanjutan bagi peserta dan keluarganya. "Bagi kami, perlindungan tidak berhenti ketika santunan diserahkan kepada ahli waris," kata Trisna Sonjaya dalam keterangannya, Jumat (24/7).

Trisna menyampaikan BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan manfaat tersebut dapat menjadi awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik. "Karena itu, melalui Program PEKA kami membekali para ahli waris dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja, berwirausaha, maupun mengembangkan potensi yang dimiliki," ujarnya.

Menurut Trisna, santunan yang diterima ahli waris diharapkan tidak hanya menjadi penopang kebutuhan jangka pendek, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai modal produktif yang didukung dengan peningkatan kompetensi dan pendampingan usaha. Dia menjelaskan pemilihan materi pelatihan dilakukan berdasarkan potensi ekonomi daerah dan peluang kerja yang memiliki prospek untuk dikembangkan. Keterampilan sebagai barista, menjahit, maupun instalasi listrik dipilih karena memiliki peluang usaha yang luas dan dapat langsung diterapkan oleh peserta sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para ahli waris memiliki bekal keterampilan yang mampu meningkatkan kepercayaan diri, membuka peluang memperoleh penghasilan, dan pada akhirnya mampu melanjutkan kehidupan secara mandiri," ujar Trisna.

Program PEKA merupakan bagian dari semangat Value Beyond Protection, yaitu menghadirkan nilai tambah bagi peserta dan keluarganya, tidak hanya melalui manfaat jaminan sosial, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperluas implementasi Program PEKA di berbagai daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pelatihan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Sinergi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelatihan, pendampingan, hingga peluang kerja bagi para ahli waris penerima manfaat. Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan bahwa perlindungan jaminan sosial tidak hanya memberikan rasa aman ketika risiko terjadi, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga yang ditinggalkan untuk bangkit, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Artikel Terkait