Kesehatan

Cara Mendaftar Sebagai Donor Kornea Mata di Indonesia

Proses pendaftaran untuk menjadi donor kornea mata di Indonesia kini lebih mudah berkat teknologi digital. Masyarakat dapat mendaftar melalui aplikasi layanan kesehatan resmi pemerintah.

A
Agus Wigati
28 October 2026 7 pembaca
Foto: Rachman Haryanto
Foto: Rachman Haryanto

Jakarta - Upaya untuk meningkatkan jumlah donor kornea di Indonesia semakin dipermudah dengan pemanfaatan teknologi digital. Bagi yang tertarik untuk mendaftar sebagai calon donor, informasi dapat diakses melalui aplikasi layanan kesehatan resmi pemerintah.

Kementerian Kesehatan telah mengintegrasikan sistem digital yang menyediakan fitur pendaftaran bagi masyarakat yang ingin mendonorkan organ atau jaringan, termasuk kornea mata. Direktur Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI, dr Yanti Herman, menyatakan bahwa calon donor kornea dapat memanfaatkan aplikasi Satu Sehat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

"Nah kalau teman-teman lihat, di Satu Sehat Kita itu sudah mulai ada untuk aplikasi untuk transplantasi. Memang disana kegiatan yang pertama untuk pendaftaran, tapi masih fitur minat donor. Siapapun yang berminat dan membutuhkan informasi lebih lanjut bisa melalui aplikasi itu," jelas Yanti saat ditemui di RSCM Jakarta.

Prosedur dan Persyaratan Menjadi Donor

Mengenai syarat medis bagi calon donor, Kepala Bank Mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Rina La Distia Nora, menegaskan bahwa pendaftaran dilakukan ketika seseorang masih hidup untuk menyatakan kerelaan mendonorkan kornea setelah meninggal. Calon donor tidak perlu menjalani pemeriksaan mata khusus di awal, cukup menyatakan persetujuan yang juga harus disetujui oleh keluarga.

"Dari calon pendonor, karena ini pendonor meninggal jadi sebenarnya untuk di saat matanya sehat juga sehat jadi cuma untuk menyatakan bahwa bersedia dan ada keluarga yang menyetujui," tambah dr Rina.

Proses pemeriksaan kesehatan atau skrining secara mendetail baru akan dilakukan setelah donor meninggal untuk memastikan jaringan kornea bebas dari infeksi atau penyakit menular. Selain kornea, jaringan lain yang diambil dari tubuh donor adalah darah, yang digunakan untuk memeriksa riwayat penyakit dan kecocokan kornea dengan pasien yang menerima donor.

"Tidak ada pemeriksaan infeksi saat itu juga (ketika meninggal). Tapi, ketika pendonor meninggal kita akan jadwal mengambil informed consent-nya," jelasnya. "Jika ternyata ada infeksi, itu tidak bisa ditransplantasikan ke pasien. Tapi, kornea-kornea ini tetap akan bermanfaat. Kenapa? Karena akan dibutuhkan untuk melatih semua dokter-dokter mata," lanjut dr Rina.

Calon Donor dengan Masalah Kesehatan Mata

Menanggapi kebingungan publik, terutama bagi calon donor yang memiliki masalah kesehatan mata, Kepala Departemen Oftalmologi RSCM, Dr dr Ari Djatikusumo, SpM (K), menegaskan bahwa masalah kesehatan mata tidak menjadi halangan untuk menjadi donor kornea.

"Calon pendonor kornea memang betul ada persyaratannya. Tidak semuanya bisa. Tapi bukan yang kalau ada minus gak bisa," ungkapnya. "Tapi memang ada beberapa persyaratan, terutama masalah kesehatan. Apakah dia punya penyakit yang sifatnya menular, infeksi virus, atau mereka-mereka yang punya riwayat keganasan," tambahnya.

Artikel Terkait