Kesehatan

Ciri-Ciri Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Penyakit jantung bawaan adalah kelainan pada struktur jantung yang sudah ada sejak dalam kandungan. Orang tua perlu waspada terhadap tanda-tanda yang muncul saat bayi menyusu.

I
Indriani Atmaja
22 July 2026 2 pembaca
Ilustrasi (Foto: Getty Images/alice-photo)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/alice-photo)

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada struktur jantung yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Dokter jantung anak dari BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio(K), mengatakan sekitar 1 persen atau sekitar 50 ribu anak lahir dengan kondisi tersebut setiap tahunnya.

Menurut dr Anisa, secara umum penyakit jantung bawaan terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe biru (sianotik) dan tipe tidak biru (asianotik), yang masing-masing memiliki gejala yang berbeda. Pada penyakit jantung bawaan tipe biru, tanda yang paling mudah dikenali adalah perubahan warna menjadi kebiruan pada bibir dan mukosa lidah akibat kadar oksigen dalam darah yang rendah.

"Kalau biru berarti kelihatan biru anaknya. Tahunya biru dari mana? Kita gampangnya lihatnya di bibir sama mukosa lidah," jelasnya dalam tayangan detikSore, Kamis (16/7/2026). Namun, untuk pengukuran yang lebih objektif, dapat digunakan pulse oximeter; jika saturasi di bawah 95 persen, artinya terdapat cyanosis atau kebiruan.

Selain tampak kebiruan, anak dengan penyakit jantung bawaan juga umumnya mudah lelah, yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Berat badan sulit naik, tinggi badan tidak bertambah optimal, hingga perkembangan otak juga dapat terdampak karena kekurangan oksigen.

Sementara itu, pada penyakit jantung bawaan tipe tidak biru, gejalanya sering kali lebih sulit dikenali, terutama pada bayi. Menurut dr Anisa, aktivitas utama bayi adalah menyusu. Oleh karena itu, kemampuan bayi saat minum susu dapat menjadi petunjuk awal adanya gangguan pada jantung.

"Kalau yang tidak biru, beda lagi gejalanya. Kalau bayi kan aktivitas, tidak lari-larian, tidak naik turun tangga. Jadi aktivitas bayi adalah minum susu. Minum susu itu udah kayak lari," katanya. Orang tua perlu waspada jika bayi membutuhkan waktu sangat lama untuk menyusu, cepat lelah saat menyusu, atau tidak mampu menghabiskan susu seperti biasanya.

"Kalau susunya cepat habis, kalau misalnya tidak ya hati-hati nih, dia ada penyakit jantung bawaan misalnya. Kalau minum susunya kurang, berat badannya susah naik," lanjutnya.

Artikel Terkait