Hiburan

Clareesya RoBoKop Minta Maaf Setelah Kontroversi Foto Gaya Takbir

Clareesya RoBoKop meminta maaf setelah foto gaya takbir yang diunggahnya memicu kontroversi dan kritik dari publik. Ia menghapus foto tersebut dan mengklaim tidak berniat menistakan agama.

E
Eko Prasetyo
15 August 2026 14 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Clareesya [Instagram/clareesya ]
Clareesya [Instagram/clareesya ]

Clareesya RoBoKop mengeluarkan permohonan maaf setelah foto yang menunjukkan gaya takbirnya menjadi viral dan menimbulkan polemik. Unggahan tersebut dihapus setelah mendapat kritik tajam dari netizen dan laporan polisi yang dilayangkan ke Polda Metro Jaya.

Vokalis band RoBoKop ini menyatakan bahwa ia tidak memiliki niat untuk menghina agama, melainkan hanya ingin mengekspresikan rasa syukur pribadi. Permintaan maafnya disampaikan secara terbuka setelah foto tersebut menjadi sorotan publik. Clareesya juga menghapus unggahan dari akun media sosialnya sebagai respons terhadap laporan kepolisian yang terkait dengan dugaan penistaan agama.

Awal Mula Kontroversi

Insiden ini bermula ketika Clareesya mengunggah foto dirinya saat tampil di festival musik The Sounds Project. Kontroversi semakin memanas karena waktu pengunggahan bertepatan dengan isu sensitif yang muncul di acara yang sama. Saat itu, beredar informasi mengenai kontes baca Al-Quran yang menawarkan hadiah berupa minuman keras, yang memicu kemarahan di kalangan warganet.

Foto yang menunjukkan Clareesya dalam posisi berlutut dengan tangan terangkat ke atas memicu kecurigaan di kalangan publik. Banyak orang mempertanyakan maksud dari istilah "gaya takbir" yang digunakan dalam keterangan foto tersebut. Clareesya mengakui adanya kesalahpahaman dan segera memberikan klarifikasi melalui pernyataan tertulis.

Pernyataan Permohonan Maaf

Dalam pernyataannya, Clareesya menyampaikan, "Dengan ini saya, Clareesya, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul sehubungan dengan postingan saya di Threads." Ia menegaskan bahwa tidak ada niat buruk dalam unggahan tersebut dan menyatakan bahwa foto itu merupakan ungkapan rasa syukur atas kesempatan tampil di panggung festival yang diimpikannya.

Clareesya menambahkan, "Saya ingin meluruskan bahwa postingan tersebut dibuat semata-mata sebagai bentuk rasa syukur dan ungkapan kebahagiaan pribadi karena suatu pencapaian yang sudah lama saya impikan." Ia menyadari bahwa waktu pengunggahan yang kurang tepat dapat menyebabkan salah tafsir di masyarakat.

Lebih lanjut, Clareesya menekankan bahwa ia tidak memiliki maksud untuk menghina agama dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serupa di masa mendatang. "Apabila postingan tersebut menimbulkan penafsiran yang berbeda dan kemudian menimbulkan kegaduhan, dengan tulus memohon maaf," ujarnya.

Meskipun telah meminta maaf, proses hukum terhadapnya tetap berlanjut di kepolisian. Muhammad Dimas Saputra tercatat sebagai pelapor Clareesya ke Polda Metro Jaya, dengan laporan resmi yang terdaftar pada 13 Agustus 2026. Polisi kini sedang menyelidiki kasus ini lebih lanjut.

Peristiwa ini terjadi di tengah suasana panas festival The Sounds Project, yang juga menjadi sorotan karena adanya tantangan hapalan Al-Quran dengan hadiah minuman keras, yang dianggap mencederai nilai-nilai agama.

Artikel Terkait