Politik

Dasco Berkomunikasi dengan Dirut Pertamina Terkait Ancaman PHK di Sektor Industri

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta Pertamina untuk segera mencari solusi atas masalah gas industri yang berpotensi mengancam lebih dari 55 ribu pekerja.

J
Jarot Kusna
23 June 2026 73 pembaca
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad Rakernas KSPI, di Jakarta, Selasa (23/6/2026). (Arief/Liputan6.com)
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad Rakernas KSPI, di Jakarta, Selasa (23/6/2026). (Arief/Liputan6.com)

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad melakukan komunikasi langsung dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada Selasa (23/6/2026). Tindakan ini diambil setelah Dasco menerima keluhan dari buruh mengenai masalah gas industri yang dianggap dapat mengganggu keberlangsungan usaha dan berpotensi menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

Dalam percakapan telepon yang disaksikan oleh peserta Rakernas KSPI, Dasco menyampaikan bahwa ia harus mengubah isi pidato yang telah dipersiapkannya karena isu gas industri menjadi perhatian utama dari para buruh. "Halo. Pak Dirut Pertamina ini saya lagi di Rakernas KSPI. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri," ungkap Dasco. Ia melanjutkan, "Jadi saya tadi sudah rancang pidato, cuma buyar semua gara-gara soal gas. Jadi pertama-tama sebelum pidato saya mau tanya dulu bagaimana nih soal gas industri, apakah ada jalan keluar?"

Respons Pertamina dan Upaya Solusi

Menanggapi pertanyaan tersebut, Simon menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mencari solusi yang dapat mendukung keberlangsungan sektor industri. "Siap Pak Dasco, saya tentunya akan segera koordinasi dengan pihak PGN dan dari kita tentunya komitmen kita agar supaya kita akan lakukan penyesuaian tentunya setelah mengikuti penyesuaian molekul dari LNG," jelas Simon. Ia menambahkan, "Kita tentunya lakukan yang terbaik agar supaya segera ada perbaikan dan tentunya untuk mendukung juga teman-teman di industri dengan harga yang sesuai."

Pentingnya Tindakan Segera

Setelah mendengar tanggapan tersebut, Dasco mengingatkan bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia menekankan bahwa ancaman PHK sudah mulai mengintai puluhan ribu pekerja di sektor industri. "Jadi begini Pak Simon, dalam beberapa hari ini sudah ada ancaman PHK. Jadi mungkin kita juga mesti cari jalan keluar. Ada sekitar 55.000 pekerja yang terancam PHK dan tentunya itu sangat memprihatinkan," ujarnya.

Dasco menegaskan bahwa penyelesaian masalah gas industri harus segera dilakukan agar tidak berdampak lebih luas terhadap sektor ketenagakerjaan dan iklim investasi nasional. Ia pun mengusulkan agar diadakan pertemuan antara Pertamina, perwakilan serikat pekerja, dan pihak terkait dalam waktu dekat untuk mencari solusi bersama. "Nah mungkin kita bisa duduk sehari-dua hari ini juga dengan perwakilan dari teman-teman buruh supaya kita bisa cari jalan keluar," tambahnya.

Usulan tersebut disambut positif oleh Simon, yang setuju untuk segera melaksanakan pertemuan tersebut. Setelah percakapan itu, Dasco melanjutkan pidatonya di hadapan peserta Rakernas KSPI, mengingatkan bahwa kondisi ekonomi global saat ini masih penuh tantangan dan berdampak pada dunia usaha di dalam negeri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pemangku kepentingan untuk menjaga keberlangsungan industri serta mencegah gelombang PHK yang lebih luas. "Perang terhadap PHK yang karena efek dari perang global kemudian merambah ke negara kita. Perang bagaimana kita kemudian sama-sama menjaga supaya kepercayaan investor luar tetap terjaga, supaya kesejahteraan buruh tetap terjaga dan PHK tidak terjadi," pungkas Dasco.

Artikel Terkait