Politik

--- Pertarungan Calon Ketua PBNU dalam Menggalang Dukungan Kiai ---

--- Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, para calon ketua umum aktif mengunjungi pondok pesantren untuk mencari dukungan. Salah satu kandidat, Yahya Cholil Staquf, yang juga merupakan...

I
Indriani Atmaja
30 August 2026 9 pembaca
tempo.co Sumber: tempo.co
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf bertemu dengan Kiai Idris Hamid di Pasuruan, Jawa Timur, 22 Agustus 2026. Tempo/Daniel Ahmad Fajri
Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf bertemu dengan Kiai Idris Hamid di Pasuruan, Jawa Timur, 22 Agustus 2026. Tempo/Daniel Ahmad Fajri
---TITLEEXCERPT--- Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, para calon ketua umum aktif mengunjungi pondok pesantren untuk mencari dukungan. Salah satu kandidat, Yahya Cholil Staquf, yang juga merupakan inkumben, mengunjungi Pondok Pesantren Salafiyah di Pasuruan. ---CONTENT---

Dalam persiapan Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang ke-35 yang akan berlangsung di Jombang, Jawa Timur, para kandidat calon ketua umum melakukan kunjungan ke berbagai pondok pesantren untuk meraih dukungan. Salah satu kandidat yang mencolok adalah Yahya Cholil Staquf, yang saat ini menjabat sebagai ketua umum inkumben, yang mengunjungi Pondok Pesantren Salafiyah di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Kunjungan Yahya Cholil Staquf berlangsung bersamaan dengan acara haul ke-45 Abdul Hamid, sosok yang menjadi pengasuh utama di pesantren tersebut. Dalam kesempatan ini, ia berupaya untuk memperkuat jaringan dan dukungan dari para kiai serta santri yang ada di pondok pesantren.

Strategi Penggalangan Dukungan

Para calon ketua lainnya juga tidak kalah aktif dalam menggalang dukungan menjelang muktamar. Mereka melakukan serangkaian kunjungan ke berbagai lokasi untuk memperkenalkan diri dan visi misi masing-masing. Kegiatan ini menjadi penting mengingat muktamar merupakan ajang pemilihan yang sangat strategis bagi masa depan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.

Persaingan yang Ketat

Persaingan di antara calon ketua PBNU diprediksi akan berlangsung ketat, mengingat banyaknya tokoh yang memiliki basis dukungan kuat di kalangan kiai dan santri. Setiap kandidat berusaha menunjukkan komitmen dan dedikasi mereka terhadap pengembangan NU serta menghadapi tantangan yang ada di masyarakat.

Tidak ada tag untuk artikel ini

Artikel Terkait