Sineas Ferly Halim berhasil meluncurkan film debutnya berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis di Epicentrum XXI pada 13 Juli 2026. Acara gala premiere tersebut dihadiri oleh pejabat negara serta ratusan anak yatim sebagai bentuk apresiasi bagi karya sineas muda. Film drama keluarga ini akan mulai tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada hari Kamis, 16 Juli 2026 mendatang.
Di tengah skeptisisme yang sering menghinggapi sineas perempuan muda, Ferly Halim mampu menjawab keraguan publik lewat karya debutnya, Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Film produksi Langit Pictures Indonesia ini sukses mengubah suasana Gala Premiere di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, pada Senin (13/7) malam, menjadi momen penuh haru. Keraguan yang semula mengiringi langkah Ferly seketika runtuh, berganti dengan gemuruh tepuk tangan dan derai air mata dari para penonton yang memadati studio.
Momen Bersejarah di Gala Premiere
Kehadiran Ferly Halim di kursi sutradara membawa angin segar bagi industri film nasional. Acara gala premiere film Takkan Kubiarkan Kau Menangis yang berlangsung pada 13 Juli lalu mendapat sambutan positif dari para penonton. Di saat pasar didominasi oleh genre arus utama, Ferly justru mengambil langkah berani dengan mengusung drama keluarga yang sarat emosi dan kedalaman rasa. Kemegahan acara malam itu kian terasa dengan konsep red carpet yang mewah.
Namun, ada satu sentuhan berbeda yang mencuri perhatian: hadirnya galeri foto tim produksi di balik layar. Hal ini menjadi bentuk apresiasi nyata bagi para kru yang telah bekerja keras mewujudkan visi visual Ferly ke layar lebar. Sejumlah pesohor turut memeriahkan suasana, mulai dari Kiesha Alvaro yang mengisi original soundtrack, hingga penampilan dari Penta Boys, Naufal Utomo, dan Dianna Dee Starlight.
Dukungan dari Tokoh Bangsa
Prestise film ini semakin dipertegas dengan kehadiran deretan tamu VVIP dan tokoh penting negara yang memberikan dukungan langsung. Di antaranya adalah Menteri UMKM RI, Bapak Maman Abdurrahman beserta Ibu Tina Astari Maman; Deputi Kreatif Media Kemenparekraf, Bapak Cecep Rukendi; Kepala BAZNAS, Bapak Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid; serta perwakilan dari Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi. Kehadiran para tokoh ini menjadi sinyal kuat bahwa karya sineas muda memiliki potensi besar untuk menjadi pilar baru dalam ekonomi kreatif Indonesia.
Emosi Bersama Anak Yatim
Suasana emosional mencapai puncaknya saat BAZNAS memboyong ratusan anak yatim untuk menonton bersama. Inisiatif ini bukan sekadar hiburan, melainkan misi edukasi spiritual.