Indonesia telah menawarkan sebanyak 32 proyek investasi strategis yang berasal dari sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) kepada Jepang. Proyek-proyek ini meliputi pembangunan jalan tol, hunian, pelabuhan, dan juga fabrikasi baja. Penawaran tersebut dilakukan dalam acara Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching yang berlangsung pada 27-28 Agustus 2026 di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo.
Ferry Irawan, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, menjelaskan bahwa semua proyek yang ditawarkan telah melalui proses kurasi dan disiapkan sebagai peluang investasi yang menarik. Hal ini bertujuan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional dan membuka ruang kolaborasi dengan mitra strategis dari Jepang. “Hasil Survei JETRO FY2025 yang menunjukkan bahwa 69,1% perusahaan Jepang di Indonesia memperkirakan akan membukukan laba operasi,” ungkap Ferry dalam keterangannya.
Fundamental Ekonomi yang Kuat
Ferry juga menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid meskipun terdapat ketidakpastian di tingkat global. Pada semester pertama tahun 2026, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,61%, dengan inflasi yang terjaga pada angka 3,34% (year-on-year). Selain itu, realisasi investasi telah melampaui Rp1.010 triliun. Kepercayaan investor juga tercermin dari peringkat utang Indonesia yang dipertahankan pada level BBB dengan outlook stabil oleh S&P Global Ratings.
Kerja Sama yang Berkelanjutan
Maria Renata Hutagalung, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Tokyo, menyatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Jepang telah terjalin selama hampir tujuh dekade. Ia menambahkan bahwa Jepang merupakan salah satu mitra yang paling konsisten dan dapat diandalkan dalam mendukung pembangunan di Indonesia, dengan contoh dukungan terhadap proyek-proyek strategis seperti MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban. Melalui forum ini, diharapkan kerja sama yang ada dapat terus diperkuat, khususnya dalam hal investasi, pengembangan kapasitas, serta transfer pengetahuan dan teknologi.
Ferry juga menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan investasi produktif yang dapat mendorong produktivitas, mempercepat transfer teknologi, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Langkah ini diambil untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029. Menurutnya, penguatan kemitraan dengan Jepang memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi di Indonesia.
Forum ini dihadiri oleh perwakilan manajemen dari BUMN/BUMD yang memiliki proyek, seperti PT PII, PT SMI, PT KAI, PT Pelindo, PT Hutama Karya, PT Jasa Marga, PT Wijaya Karya, PT Waskita Toll Road, dan PT MRT Jakarta. Selain itu, PT PP dan Perumnas juga turut serta dalam presentasi proyek secara daring melalui Zoom. Lebih dari 50 perwakilan dari sekitar 36 perusahaan Jepang, calon investor, lembaga keuangan, serta berbagai institusi Jepang juga hadir, termasuk Sumitomo Corporation, Toyota Tsusho, Mizuho Bank, Tokyu JR East, SMBC, dan Penta Ocean.