Deddy Corbuzier, bekerja sama dengan Double Group, akan menyelenggarakan Indonesia Podcast Festival (IPF) 2026 di berbagai kota di luar Jakarta. Acara ini akan dibuka di Makassar pada tanggal 24 hingga 25 Oktober 2026, sebelum dilanjutkan ke kota-kota lainnya. Festival ini bertujuan untuk menghadirkan tokoh-tokoh besar dan melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam upaya menjembatani kreator dengan pendengar secara langsung.
IPF 2026 hadir sebagai sebuah inovasi yang menghapus jarak antara kreator dan pendengar, mengubah cara orang menikmati konten. Deddy Corbuzier menyatakan bahwa festival ini bukan sekadar kumpul-kumpul, melainkan sebuah langkah untuk mengatasi dominasi konten yang selama ini terpusat di Jakarta. Makassar akan menjadi titik awal dari sejarah baru ini, diikuti oleh kota-kota seperti Medan, Banjarmasin, Surabaya, dan berakhir di Jakarta.
Perayaan Kreativitas di Berbagai Kota
Deddy Corbuzier menekankan bahwa festival ini merupakan momen penting bagi 42,6 persen pendengar setia di Indonesia, yang sebelumnya hanya bisa menikmati konten tanpa interaksi langsung. Angka tersebut jauh melampaui rata-rata global yang hanya mencapai 22,1 persen. Festival ini akan menghadirkan berbagai pengalaman interaktif, termasuk Blind Podcast dan Stand-up Comedy, yang dirancang untuk menguji emosi penonton secara langsung.
Membangun Ekosistem Kreator di Indonesia Timur
Dengan tema One Stage & Infinity Story, festival ini juga menjadi ajang bagi para kreator lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung yang sama dengan tokoh-tokoh nasional. dr. Ichal Tawil dari Double Group menjelaskan bahwa Makassar dipilih sebagai lokasi pertama karena Indonesia Timur telah lama merindukan panggung besar yang layak bagi mereka.
“Makassar dipilih sebagai kota pertama karena kami percaya ekosistem kreator dan pendengar podcast di Indonesia Timur sudah siap punya panggungnya sendiri. IPF adalah langkah awal dari visi besar kami membangun festival podcast nasional yang berkelanjutan,” ungkap dr. Ichal Tawil. Festival ini tidak hanya akan menjadi tontonan, tetapi juga pengalaman yang melibatkan UMKM dan komunitas lokal, memastikan bahwa ekosistem digital Indonesia tetap hidup dan berkembang.