Hiburan

Drama Musikal SIRENA: Kisah Putri Duyung yang Menyentuh Hati Keluarga

SIRENA, drama musikal yang mengisahkan perjalanan putri duyung, akan dipentaskan pada 9-10 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta, menawarkan pengalaman teater yang menghibur dan mendalam.

E
Eira Orelia
16 August 2026 27 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Drama musikal SIRENA: Air Mata dari Lautan siap digelar di Balai Sarbini, Jakarta pada 9 – 10 Oktober 2026.
Drama musikal SIRENA: Air Mata dari Lautan siap digelar di Balai Sarbini, Jakarta pada 9 – 10 Oktober 2026.

SIRENA hadir sebagai drama musikal yang ditujukan untuk keluarga, mengangkat tema tentang putri duyung dan pencarian identitas. Pertunjukan ini menggabungkan elemen musik, tari, dan multimedia untuk menciptakan suasana bawah laut yang imersif. Drama ini akan menampilkan Rara Sudirman, Widi Mulia, Agus Wisman, serta sejumlah talenta muda, dan dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 10 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta.

Shinera Entertainment telah secara resmi mengumumkan pelaksanaan SIRENA: Air Mata dari Lautan, sebuah pertunjukan berskala besar yang berfokus pada tema identitas, keluarga, serta hubungan antara manusia dan alam. SIRENA menjanjikan pengalaman teater yang tidak hanya menghibur tetapi juga menyentuh hati penonton dari berbagai kalangan, terutama bagi audiens dewasa muda dan keluarga.

Sentuhan Kreatif dari Sutradara

Pertunjukan ini disutradarai oleh Djaelani M., yang dikenal dengan pendekatan detailnya dalam menghidupkan karakter di atas panggung. Dalam keterangan pers yang diterima, Djaelani menyatakan bahwa pementasan ini menggunakan metodologi teater khusus yang dapat menghubungkan imajinasi anak-anak dengan kedalaman perasaan orang dewasa. "Men-direct drama musikal ini memberikan kepuasan tersendiri. Kami menggabungkan elemen musik, koreografi yang dinamis, hingga tata artistik multimedia untuk menciptakan dunia bawah laut yang imersif. Rasanya akan sangat berbeda dan menyegarkan bagi penonton Indonesia," ungkap Djaelani M.

Pesan Mendalam dalam Kisah SIRENA

Kak Loly, yang merupakan pencetus ide sekaligus penulis naskah, menekankan bahwa SIRENA bukan sekadar cerita biasa. "Melalui SIRENA, kami ingin membuka cakrawala berpikir tentang keberanian dan penerimaan diri. Ini adalah pesan cinta untuk keluarga dan alam, agar setiap individu berani bermimpi besar sesuai panggilan hatinya," tuturnya.

Kisah SIRENA berfokus pada seorang gadis istimewa yang mampu hidup di dua dunia: laut dan daratan. Di tengah perang yang melanda kerajaan bawah laut Atargatis, Sirena kecil terdampar di pantai pasir putih di tengah kota manusia. Setelah kehilangan orangtuanya dan tanah airnya, ia ditemukan oleh sepasang dokter yang sedang berlibur. Keajaiban terjadi saat ia siuman, di mana siripnya menghilang dan berganti dengan sepasang kaki manusia.

Dalam kebingungan dan trauma, Sirena diadopsi dan diajarkan cara hidup manusia, mulai dari berbicara hingga tata krama masyarakat daratan. Namun, Sirena menyimpan rahasia berbahaya: setiap air mata yang ia teteskan karena kerinduan akan orang tuanya akan berubah menjadi mutiara yang indah. Kehidupannya mulai terancam ketika rahasia ini terendus oleh pihak yang berniat jahat, yang menculik dan menyiksanya demi keuntungan materi.

Di tengah penderitaan tersebut, muncul Anthony, sahabat sekaligus pemuda yang mencintainya, berusaha keras untuk membebaskan Sirena. Namun, waktu Sirena di daratan hampir habis. Sebagai putri duyung, jantungnya memiliki batas waktu. Akankah cinta Anthony mampu membawanya kembali, ataukah Sirena harus selamanya kembali ke pelukan samudra?

Artikel Terkait