Hiburan

Guru SD Minta Maaf Usai Viral Karena Hukuman Fisik kepada Siswa

Seorang guru Pendidikan Agama Islam di Batangtoru, DS, menjadi sorotan setelah diduga melakukan kekerasan fisik terhadap siswa yang tidak hafal Asmaul Husna. Ia mengakui kesalahannya dan meminta maaf...

E
Eko Prasetyo
14 August 2026 18 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Pembelaan Guru SD yang Viral Cubit Puluhan Kali Siswa Tak Hafal Asmaul Husna [Istimewa]
Pembelaan Guru SD yang Viral Cubit Puluhan Kali Siswa Tak Hafal Asmaul Husna [Istimewa]

Kasus dugaan kekerasan yang melibatkan seorang guru SD di Batangtoru, Tapanuli Selatan, menjadi viral setelah terungkap bahwa guru berinisial DS memberikan hukuman fisik kepada siswa yang gagal menghafal Asmaul Husna. Kejadian ini terjadi pada 11 Agustus 2026, dan orang tua siswa menemukan banyak bekas luka pada tubuh anak mereka setelah pulang dari sekolah.

Orang tua siswa melaporkan bahwa anak mereka mengalami puluhan bekas luka lebam, dan salah satu siswa mengaku menerima hukuman berupa cubitan hingga sekitar 80 kali. Video mediasi yang mempertemukan guru DS dengan orang tua murid beredar di media sosial, menunjukkan upaya penyelesaian masalah ini. Mediasi berlangsung di Aula Hunian Sementara (Huntara) Garoga, Desa Napa, pada hari Selasa.

Kondisi Anak yang Mengejutkan

Makruf Siregar, salah satu orang tua, mengungkapkan rasa terkejutnya saat melihat kondisi anaknya. Ia menemukan banyak bekas luka saat anaknya hendak mandi. "Waktu itu, anak saya mau mandi ke pancur. Terus saya lihat ada banyak bekas luka lebam di tubuhnya. Ada puluhan cubitan merah," ungkap Makruf.

Pernyataan Permintaan Maaf dari Guru

Dalam mediasi tersebut, guru DS membantah niat untuk menyakiti atau melakukan perundungan terhadap siswa. Ia menjelaskan bahwa hukuman yang diberikan bertujuan untuk mendidik. "Saya sebenarnya hanya ingin mendidik anak bapak ibu semua. Tidak ada niat saya sedikit pun membully, menganiaya," jelasnya.

Meskipun begitu, DS mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua murid. Ia berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. "Ini menjadi pembelajaran pertama dan terakhir kalinya. Saya mohon kepada bapak ibu agar berkenan hati untuk menerima kekhilafan saya. Saya akui tindakan saya ini sudah salah," tuturnya.

Artikel Terkait