Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak dalam konsolidasi pada perdagangan hari Selasa, 11 Agustus. Dalam konteks ini, para analis merekomendasikan beberapa saham, termasuk PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB), dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).
Ivan Rosanova, analis dari Binaartha Sekuritas, menyatakan bahwa tren utama IHSG dalam jangka pendek masih menunjukkan arah bullish, asalkan indeks tidak jatuh di bawah level 6.300. Ia juga mencatat bahwa IHSG telah berhasil menembus level resistance di angka 6.459 pada perdagangan sebelumnya, yang mendekatkan indeks kepada target Fibonacci selanjutnya di level 6.545. “Indikator MACD menunjukkan adanya momentum bullish,” tulis Ivan dalam risetnya yang dirilis pada Selasa.
Level Support dan Resistance IHSG
Adapun level support IHSG berada di angka 6.300, 6.212, 6.138, dan 6.020, sementara level resistance terletak di 6.545, 6.700, dan 6.835. Support adalah area harga tertentu yang dianggap sebagai titik terendah pada suatu waktu, di mana harga biasanya akan kembali naik karena meningkatnya minat beli. Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga yang dianggap sebagai titik tertinggi, di mana biasanya terjadi aksi jual besar yang menghambat kenaikan harga.
Dalam perdagangan hari ini, Ivan merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan target harga Rp 197, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target Rp 5.900, serta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target Rp 845. Selain itu, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) disarankan dengan target harga Rp 1.420 dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) di level Rp 1.180.
Analisis dari BRI Danareksa
Tim riset BRI Danareksa juga memberikan pandangan serupa. Mereka mengindikasikan bahwa IHSG berpotensi bergerak sideways dengan level support terdekat di 6.300–6.320 dan resistance penting di 6.400–6.450. “Rejection dari area 6.450 menjadi sinyal bahwa momentum penguatan mulai tertahan, sehingga IHSG berpotensi konsolidasi terlebih dahulu,” tulis mereka dalam laporan riset.
Pasar diperkirakan akan bergerak lebih terbatas, dengan investor memantau perkembangan kebijakan Bank Indonesia dan data ekonomi domestik. Menurut kalender ekonomi, perhatian akan tertuju pada penjualan ritel tahunan yang diproyeksikan membaik menjadi 1,8% dari sebelumnya -3,9%. Jika hasilnya sesuai atau melebihi ekspektasi, hal ini dapat menjadi katalis positif bagi persepsi konsumsi domestik, meskipun ruang penguatan IHSG mungkin masih terbatas setelah kenaikan sebelumnya.
Tim riset BRI Danareksa merekomendasikan saham PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), dan PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) sebagai pilihan investasi.