Nasional

IWIP Terapkan Sistem 3R untuk Pengelolaan Sampah Domestik yang Efektif

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mengelola lebih dari 20 ton sampah domestik non-B3 setiap hari dengan menerapkan sistem 3R.

E
Eko Prasetyo
23 July 2026 4 pembaca
jpnn.com Sumber: jpnn.com
IWIP Terapkan Sistem 3R untuk Optimalkan Pengelolaan Sampah Domestik
IWIP Terapkan Sistem 3R untuk Optimalkan Pengelolaan Sampah Domestik

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) mengelola lebih dari 20 ton sampah domestik non-bahan berbahaya dan beracun (non-B3) setiap hari melalui sistem terintegrasi berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R). Langkah ini merupakan bagian dari penerapan ekonomi sirkular untuk memaksimalkan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.

Peningkatan volume sampah sejalan dengan bertambahnya aktivitas kawasan industri yang kini menampung lebih dari 80.000 tenaga kerja. Selain melayani kawasan industri, IWIP juga mengangkut sampah rumah tangga dari Desa Lelilef Sawai, Desa Lelilef Waibulan, dan Desa Gemaf menuju fasilitas pengelolaan sampah terpadu milik perusahaan.

Penerapan Sistem Pengelolaan Sampah

General Manager Health, Safety and Environment (HSE) IWIP Iwan Kurniawan mengatakan sistem pengelolaan sampah tersebut telah diterapkan sejak September 2020 sebagai bagian dari upaya membangun pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. "Kami memastikan setiap jenis sampah ditangani sesuai karakteristiknya agar proses pengolahan dapat berjalan secara efektif dan bertanggung jawab," ujar Iwan.

Untuk mendukung pengelolaan tersebut, IWIP membangun fasilitas pengolahan sampah domestik seluas sekitar 6.000 meter persegi pada 2023. Fasilitas ini dilengkapi dengan area pemilahan material daur ulang, komposter untuk sampah organik, fasilitas pengolahan Refused Derived Fuel (RDF), serta insinerator.

Manfaat Pengelolaan Sampah

Sampah organik diolah menjadi kompos untuk mendukung penghijauan kawasan, sedangkan sampah anorganik seperti kertas, plastik tertentu, kardus, aluminium, dan besi dipilah untuk didaur ulang sehingga dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku. IWIP juga mengolah sampah non-B3 yang memiliki nilai kalor menjadi RDF melalui proses pemilahan, pencacahan, dan pengeringan.

Hasil pengolahan tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pada sistem co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) guna mendukung pemulihan energi sekaligus mengurangi emisi karbon. Melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular, IWIP berupaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya berfokus pada penanganan limbah, tetapi juga pada pemanfaatan kembali sumber daya dan energi untuk mendukung kawasan industri yang lebih efisien, rendah limbah, dan berkelanjutan.

Artikel Terkait