Sejumlah publik figur di Indonesia mengungkapkan keprihatinan mereka mengenai kebakaran yang melanda Kalimantan melalui platform media sosial. Di antara mereka, penyanyi Fanny Soegiarto mengekspresikan kegelisahannya mengenai situasi tersebut di akun Threads miliknya.
Kritik Pedas dari Fanny Soegiarto
Fanny Soegiarto dengan tegas menyatakan bahwa ia tidak akan berhenti membagikan informasi mengenai kebakaran yang terjadi di Kalimantan. Ia berharap agar karma buruk menimpa mereka yang dianggap bertanggung jawab atas kebakaran tersebut. "Nggak akan berhenti repost update-update kebakaran di sana. Nggak sabar juga karma2 buruk itu berbalik ke kalian semua, si paling rakus," tulisnya.
Respon Artis Lainnya
Artis lain yang juga menunjukkan kepedulian adalah Meisya Siregar, istri dari Bebi Romeo. Dalam postingan di media sosialnya, ia berdoa agar Tuhan menyelamatkan bangsa dari orang-orang yang dianggap zalim. "Ya Allah pagi2 udah ikutan sesekkkkk nafas pdhl cuma baca berita kebakaran kalimantan ..., Ya Rabb turunkan Hujan disana ..., selamatkan bangsa ini dr tangan2 org zholim ..., selamatkan bumi kami," ungkapnya.
Kekhawatiran yang sama juga disampaikan oleh Adinda Cresheilla, model yang merupakan Puteri Indonesia Pariwisata 2022. Di akun Threads-nya, ia mengekspresikan perasaannya yang tertekan dengan keadaan Indonesia saat ini. "Baru kali ini nangis nyesek karna situasi di negara sendiri. we’re so helpless," tulisnya dengan emotikon menangis.
Siskaeee, selebgram yang dikenal kontroversial, juga tidak ketinggalan untuk bersuara. Dalam unggahannya, ia menyampaikan bahwa menggugat pemerintah terasa seperti menggugat takdir. "Menggugat pemerintah terasa seperti menggugat takdir," tulisnya. Ia juga mengkritik Menteri Kehutanan dengan mempertanyakan aktivitasnya saat situasi darurat seperti ini terjadi. "Menteri kehutanan lagi apa ya siang siang gini?" tulis Siskaeee, yang sebelumnya pernah terlibat dalam beberapa kasus hukum.
Presiden Prabowo Subianto juga melakukan peninjauan langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat pada hari Sabtu, dengan tujuan untuk mempercepat proses penanganan masalah ini.