Pendidikan

Keluarga Prabowo Jadi Teladan dalam Gerakan Membaca Buku

Pemerintah berencana untuk menggalakkan kembali budaya membaca di kalangan pelajar, terinspirasi oleh kebiasaan membaca yang diterapkan dalam keluarga Presiden Prabowo Subianto.

E
Eko Prasetyo
09 August 2026 26 pembaca
Ilustrasi membaca buku/Freepik
Ilustrasi membaca buku/Freepik

Ilustrasi membaca buku/Freepik. JAKARTA—Pemerintah Indonesia akan kembali mendorong budaya membaca buku di kalangan pelajar. Salah satu sumber inspirasi untuk kebijakan ini berasal dari kebiasaan keluarga Presiden Prabowo Subianto yang telah lama membiasakan anak-anaknya untuk membaca buku secara rutin dan membuat rangkuman atau resensi dari bacaan mereka.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa kebiasaan ini merupakan bagian dari pola pendidikan yang diterapkan dalam keluarga Prabowo sejak masa muda sang Presiden. Prasetyo menyebutkan bahwa keluarga Prabowo, termasuk ayahnya, Soemitro Djojohadikoesoemo, mewajibkan anak-anaknya untuk membaca sejumlah buku setiap minggu. Setelah itu, mereka diminta untuk membuat rangkuman atau resensi yang kemudian disampaikan kepada orang tua mereka.

"Jadi sejak usia beliau, keluarga Pak Mitro [Soemitro Djojohadikoesoemo] selalu mewajibkan putra-putrinya untuk setiap minggu membaca sekian buku dan kemudian membuat rangkuman atau resensi, dan disampaikan kepada orang tuanya," ungkap Prasetyo saat memperkenalkan buku-buku ajar siswa yang sedang disiapkan pemerintah di Presidential Lounge, Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (7/8/2026).

Membaca dan Pengolahan Informasi

Prasetyo menilai bahwa pola pendidikan yang diterapkan oleh keluarga Prabowo dapat menjadi metode efektif untuk membangun kebiasaan membaca. Aktivitas membaca yang dilanjutkan dengan pembuatan rangkuman atau resensi juga berfungsi untuk melatih siswa dalam memahami dan mengolah informasi yang mereka dapatkan dari buku.

Oleh karena itu, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) untuk kembali menggalakkan budaya membaca di lingkungan pendidikan. "Itu adalah juga cara mendidik yang kami juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Dikdasmen untuk itu juga mulai kita galakkan lagi, mulai kita giatkan lagi gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua," tegas Prasetyo.

Pembaruan Buku Ajar dan Budaya Membaca

Sebelumnya, melalui akun X Setkabgoid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus mematangkan langkah untuk memperbarui buku ajar nasional. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat fondasi pendidikan di Indonesia.

Pemerintah tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas materi pembelajaran, tetapi juga memperhatikan pentingnya budaya membaca sejak dini untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global. Teddy menjelaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo terhadap pembaruan buku ajar dimulai dari hasil peninjauan langsung ke sejumlah sekolah.

"Presiden mengecek satu per satu buku pelajaran yang digunakan para siswa, mulai dari kualitas bahan, ukuran huruf, hingga kenyamanan saat dibaca," jelas Seskab di Kantor Presiden, Jumat, 7 Agustus 2026. Dari hasil peninjauan tersebut, Presiden kemudian menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap buku ajar dari jenjang SD hingga SMA, termasuk membandingkan buku-buku dari negara-negara tetangga sebagai bahan perbaikan.

Dalam pembaruan buku ajar ini, Teddy menekankan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan perhatian pada beberapa aspek lain, seperti penguatan karakter kebangsaan, peningkatan pembelajaran sains dan teknologi, serta penguasaan bahasa asing sebagai bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global. "Buku ajar diharapkan hadir dengan desain yang lebih menarik, ukuran huruf yang lebih nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang," tambah Seskab.

Pembaruan buku ajar ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membangun kembali budaya membaca di lingkungan pendidikan. Dengan buku yang berkualitas dan kebiasaan membaca yang ditanamkan sejak dini, diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan di masa depan.

Artikel Terkait