Asma Wafa Andina, seorang calon kadet putri dari Universitas Pertahanan (Unhan) RI, mengumumkan pengunduran dirinya pada 24 Juni 2026 setelah dinyatakan lolos dalam seleksi pusat. Ia mengambil langkah ini setelah mengetahui bahwa para mahasiswi yang mengenakan hijab diwajibkan untuk melepas jilbab selama menjalani pendidikan, sesuai dengan arahan dari pimpinan panitia.
Keputusan Wafa untuk mundur menjadi sorotan di media sosial, memicu diskusi publik yang hangat. Ia merupakan calon mahasiswa Program S-1 Kedokteran yang telah mengikuti serangkaian seleksi PMB Unhan untuk Tahun Akademik 2026/2027, dimulai dari bulan Februari hingga Juni, dan berhasil melewati tahap seleksi tingkat pusat.
Proses Seleksi dan Pertanyaan Mengenai Hijab
Masalah muncul ketika Wafa melakukan konfirmasi mengenai aturan hijab sebelum menandatangani kontrak pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa pertanyaan terkait kesediaan melepas jilbab pertama kali muncul saat sesi wawancara akademik pada 7 Juni 2026. Dalam wawancara tersebut, para calon kadet putri ditanya apakah mereka bersedia melepas jilbab jika dinyatakan lolos.
Salah satu pertanyaan yang diungkapkan oleh Wafa berbunyi, “Untuk cakadet yang berjilbab, apabila nanti kalian lolos, bersedia melepas jilbab?” Pertanyaan ini, menurutnya, dijawab dengan kesediaan dari beberapa peserta yang ditanya.
Permintaan Informasi Tertulis
Wafa juga menambahkan bahwa ada pertanyaan lanjutan mengenai rambut calon kadet yang disampaikan dalam beberapa pengarahan dan apel malam di Mess Srikandi. Ketika ia menanyakan dasar tertulis dari kebijakan tersebut saat akan menandatangani kontrak pendidikan, perhatian terhadap masalah ini semakin meningkat.
Keputusan Wafa untuk tidak melepas hijab dan mundur dari seleksi menjadi sorotan di kalangan publik, yang mempertanyakan kejelasan kebijakan tersebut.