Sosial & Budaya

Mengapa Jantung Berdebar dan Napas Pendek Setelah Makan Banyak?

Banyak orang mengalami jantung berdebar dan napas pendek setelah mengonsumsi makanan dalam jumlah besar. Hal ini sering menimbulkan kekhawatiran, tetapi sebenarnya merupakan respons normal tubuh.

E
Eko Prasetyo
15 June 2026 3 pembaca
inews.id Sumber: inews.id
Mengapa Jantung Berdebar dan Napas Pendek Setelah Makan Banyak?
Advertisement

JAKARTA – Banyak individu yang merasakan jantungnya berdebar kencang atau mengalami kesulitan bernapas setelah menyantap makanan dalam porsi besar. Apa yang menyebabkan kondisi ini? Gejala tersebut sering kali menimbulkan kecemasan karena dianggap sebagai indikasi adanya masalah pada jantung. Namun, dalam banyak situasi, keluhan ini merupakan reaksi normal tubuh terhadap proses pencernaan.

Penjelasan dari Ahli Kesehatan

Dokter dan edukator kesehatan, dr Cecep Hermawan, menjelaskan bahwa ketika seseorang mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus, tubuh memerlukan usaha ekstra untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam saluran pencernaan. Proses ini mengakibatkan aliran darah lebih banyak dialihkan ke area perut dan usus.

Dr Cecep menambahkan bahwa peningkatan kebutuhan aliran darah ke sistem pencernaan membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memastikan pasokan darah ke organ-organ lainnya tetap terjaga. Akibatnya, beberapa orang mungkin merasakan sensasi jantung berdebar atau detak jantung yang lebih cepat setelah makan.

"Waktu makan porsi besar, usus butuh tambahan aliran darah yang lumayan banyak buat proses pencernaan. Nah, jantung pun ikut kerja lebih keras buat mastiin sisa tubuh tetap terpasok. Makanya muncul sensasi deg-degan," ungkap dr Cecep.

Respons Tubuh yang Normal

Dengan memahami mekanisme ini, kita dapat lebih tenang menghadapi gejala yang muncul setelah makan dalam porsi besar. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh kita berfungsi dengan baik dalam menyesuaikan diri terhadap kebutuhan pencernaan. Meskipun demikian, jika gejala ini berlangsung lama atau disertai dengan gejala lain yang lebih serius, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis untuk evaluasi lebih lanjut.

Artikel Terkait