Kesehatan

Menkes Budi Gunadi Sadikin Jelaskan Pencalonannya Sebagai Dirjen WHO

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan di balik pencalonannya sebagai Direktur Jenderal WHO, termasuk amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewakili kepentingan negara-negara...

D
Dinda Mughni
01 September 2026 7 pembaca
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto

Jakarta - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, memberikan penjelasan terkait namanya yang muncul dalam bursa calon Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menyatakan bahwa salah satu alasan utama pencalonannya adalah amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewakili kepentingan negara-negara berkembang.

Budi menjelaskan bahwa banyak negara berkembang merasa aspirasi mereka perlu lebih diperhatikan di tingkat global, terutama dalam hal pembuatan kebijakan kesehatan dunia. "Saya kalau ditugaskan oleh Bapak Presiden, ya harus kita lakukan," ungkap Budi saat bertemu dengan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (31/8/2026).

Perwakilan Negara Berkembang Perlu Didengar

Lebih lanjut, Menkes Budi menyoroti ketimpangan yang terjadi selama ini, di mana negara-negara berkembang memiliki populasi yang besar namun tingkat kesejahteraan yang masih rendah. Ia menegaskan bahwa kehadiran pemimpin dari negara-negara Global South di lembaga internasional seperti WHO sangat penting. "Mereka kan dari sisi populasi lebih banyak dan lebih miskin, sehingga perlulah ada wakil dari negara-negara global south atau negara-negara berkembang di pimpinan lembaga dunia seperti ini," tegasnya.

Presiden Prabowo juga memberikan arahan khusus kepada Budi agar dapat membawa perubahan dan perhatian bagi negara-negara berkembang di tingkat global.

Proses Pemilihan yang Panjang

Walaupun demikian, proses pemilihan Direktur Jenderal WHO masih harus melalui mekanisme yang cukup panjang. Ini termasuk seleksi yang dilakukan oleh dewan eksekutif WHO hingga pemilihan akhir oleh anggota WHO dari berbagai negara. Menurut informasi terbaru dari laman resmi WHO pada 22 Agustus 2026, Budi Gunadi Sadikin termasuk dalam daftar calon Dirjen WHO bersama tiga kandidat lainnya, yaitu Hanan Balkhy dari Arab Saudi, Hans Kluge dari Belgia, dan Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar.

Salah satu kandidat, Hans Kluge, merupakan bagian dari WHO sebagai Direktur Regional untuk Eropa. Sebelumnya, media pembangunan global Devex melaporkan bahwa Budi dianggap sebagai salah satu figur potensial untuk posisi Dirjen WHO. Dalam wawancara di sela-sela Sidang Kesehatan Dunia ke-79 di Jenewa, Budi mengaku telah mendiskusikan peluang tersebut dengan Presiden Prabowo Subianto.

Laporan tersebut juga menyoroti latar belakang Budi sebagai mantan manajer keuangan dan bankir, yang dinilai relevan untuk memperbaiki manajemen keuangan dan reformasi kelembagaan di WHO. Selain itu, rekam jejaknya dalam memimpin reformasi sistem kesehatan nasional serta digitalisasi layanan kesehatan di Indonesia pasca-pandemi COVID-19 menjadi nilai tambah yang diperhitungkan di kancah internasional.

Beberapa sumber internasional menyebutkan bahwa Budi mendapatkan dukungan kuat dari negara-negara di kawasan Asia. Karakter kepemimpinannya dianggap mampu menjadi jembatan diplomasi antara negara berkembang dan negara maju. Jika terpilih, Budi Gunadi Sadikin akan menjadi warga negara Indonesia pertama yang menduduki posisi kepemimpinan tertinggi di salah satu badan khusus PBB tersebut.

Artikel Terkait