Pendidikan

Neeltje Deliana: Pembawa Baki Bendera dalam Upacara HUT Ke-81 RI

Neeltje Deliana Insjowi Werimon, anggota Paskibraka dari Jayapura, sukses menjalankan tugasnya sebagai pembawa baki bendera dalam Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka, Jakarta.

A
Ananta Prana
18 August 2026 29 pembaca
Neeltje Deliana Insjowi Werimon, Paskibraka asal Jayapura, menjadi pembawa baki bendera saat penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka. /Antara.
Neeltje Deliana Insjowi Werimon, Paskibraka asal Jayapura, menjadi pembawa baki bendera saat penurunan Sang Merah Putih di Istana Merdeka. /Antara.

Neeltje Deliana Insjowi Werimon, seorang anggota Paskibraka asal Jayapura, berhasil menyelesaikan tugas pentingnya sebagai pembawa baki bendera Sang Merah Putih dalam Upacara Penurunan Bendera yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin sore. Dalam momen bersejarah ini, Neeltje berjalan dari tiang bendera menuju mimbar kehormatan untuk menyerahkan bendera kepada Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini merupakan hasil dari persiapan yang telah dijalani bersama puluhan anggota Paskibraka lainnya.

Di akhir peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia, Neeltje menjadi sorotan jutaan pasang mata yang menyaksikan prosesi penurunan bendera baik secara langsung maupun melalui televisi. Dia merasakan tekanan yang besar saat melaksanakan tugas tersebut, terutama ketika harus menyerahkan bendera ke tangan Presiden Prabowo Subianto. Meskipun merasa gugup, kebanggaan menjalankan tugas di Istana Merdeka mengalahkan rasa cemas yang ada. "Tentu gugup sekali karena harus melakukan tugas yang sangat berat ini, tetapi, sisi lain (saya) juga excited karena bisa melakukan pengibaran di Istana dan bertemu dengan Bapak Presiden," ungkap Neeltje setelah menyelesaikan tugasnya.

Persiapan dan Latihan Bersama Paskibraka

Neeltje adalah siswi dari SMA Negeri 8 Kota Jayapura yang terpilih untuk mewakili Provinsi Papua dalam Paskibraka. Kesempatan untuk membawa bendera dalam upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya. Setelah menyelesaikan tugas, perasaan haru dan lega menyelimuti dirinya. Putri dari Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Florence Awom ini juga merasakan kesedihan karena harus berpisah dengan teman-teman sesama anggota Paskibraka.

Kedekatan yang terjalin selama kurang lebih sebulan latihan bersama membuat perpisahan menjadi momen yang emosional. Rangkaian persiapan yang mereka jalani meliputi pembekalan, pelatihan fisik, dan mental, yang semakin mempererat hubungan di antara mereka.

Makna HUT Ke-81 RI dan Cita-Cita Neeltje

Bagi Neeltje, peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia memiliki arti yang mendalam. Kesempatan untuk berpartisipasi langsung dalam upacara di Istana Merdeka menjadi sebuah kehormatan. Dia memaknai peringatan ini sebagai momen untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan. Neeltje percaya bahwa perjuangan mereka memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengejar berbagai impian.

Salah satu impian yang ingin diwujudkan Neeltje adalah menjadi insinyur pertambangan. Dia berharap pengalaman yang didapat selama menjalankan tugas sebagai Paskibraka dapat menjadi bekal untuk masa depannya. Setelah menyelesaikan tugasnya, Neeltje juga menyampaikan harapan kepada Presiden Prabowo Subianto agar selalu diberikan kesehatan dan umur panjang. "Semoga Bapak panjang umur, sehat selalu, dan bisa melihat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang jauh lebih baik lagi, dan bisa melihat kami generasi muda menjadi harapan baru bangsa," ujarnya.

Bagi Neeltje, tugas di Istana Merdeka bukan hanya sekadar bagian dari peringatan HUT Ke-81 RI, tetapi juga menjadi kenangan yang akan membantunya dalam mengejar cita-cita di masa depan.

Artikel Terkait