Hiburan

Pandji Pragiwaksono Berikan Kritik Pedas Terhadap Pernyataan Teddy Indra Wijaya

Komika Pandji Pragiwaksono menanggapi unggahan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya tentang kunjungan Presiden Prabowo di Kubu Raya, yang memicu beragam reaksi di media sosial.

E
Eira Orelia
25 August 2026 23 pembaca
suara.com Sumber: suara.com
Pandji Pragiwaksono ungkap ketakutan terbesarnya (Instagram/pandji.pragiwaksono)
Pandji Pragiwaksono ungkap ketakutan terbesarnya (Instagram/pandji.pragiwaksono)

Komika Pandji Pragiwaksono mengungkapkan kritiknya terhadap pernyataan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang berkaitan dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kubu Raya, Kalimantan Barat. Teddy sebelumnya membagikan narasi yang menyebutkan bahwa masyarakat di Kubu Raya tetap mendoakan Presiden Prabowo meskipun menghadapi kesulitan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pandji menyampaikan kritiknya melalui platform Threads, di mana ia menilai bahwa narasi yang disampaikan oleh pemerintah dapat memicu tanggapan yang berbeda dari masyarakat, terutama setelah adanya pernyataan pejabat negara yang dianggap keras. Dalam video yang diunggahnya, Pandji menyatakan, “Jangan kaget punya rakyat yang ngomong bebedah, ketika rakyatnya punya presiden ngomong ndasmu. Anda menuai apa yang anda tanam.” Ia juga menyebutkan bahwa unggahannya merupakan surat terbuka untuk Seskab Teddy Indra Wijaya.

Kunjungan Presiden dan Respon Masyarakat

Unggahan Teddy mengenai kunjungan Prabowo ke lokasi karhutla di Desa Limbung, Kubu Raya, menampilkan momen ketika warga menyapa dan mendoakan kesehatan Presiden. Dalam catatannya, Teddy mencatat ucapan warga seperti “Sehat-sehat ya Pak” dan “Sehat selalu Pak Presiden.” Ia menilai ucapan tersebut sederhana namun memiliki makna mendalam karena berasal dari masyarakat yang ditemui langsung oleh Presiden.

Teddy juga menggambarkan masyarakat Indonesia sebagai kelompok yang “penuh adab, penuh kasih, penuh sopan, penuh ketulusan.” Ia menambahkan, “Bahkan di tengah kesulitan yang terjadi, masyarakat setempat justru mendoakan Presidennya.” Namun, narasi yang disampaikan Teddy tersebut justru memicu kritik di media sosial, dengan berbagai tanggapan dari pengguna Threads.

Respon di Media Sosial

Setelah pernyataan Teddy, banyak pengguna media sosial yang memberikan reaksi beragam, menunjukkan bahwa kritik Pandji Pragiwaksono telah menarik perhatian publik. Hal ini menandakan adanya ketidakpuasan di kalangan masyarakat terhadap narasi yang dibangun oleh pemerintah terkait situasi yang dihadapi.

Dengan demikian, perdebatan mengenai komunikasi pemerintah dan respons masyarakat terus berlanjut, menciptakan dinamika yang menarik untuk disimak dalam konteks politik dan sosial Indonesia saat ini.

Artikel Terkait