Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengungkapkan bahwa anggaran yang diperlukan untuk membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean yang rusak parah akibat ditabrak truk sekitar Rp6 miliar. Saat ini, Pemprov DKI sedang mencari sumber dana untuk pembangunan tersebut, salah satunya melalui Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Heru menyatakan, "Jadi gini, yang jelas JPO-nya mau dibangun lagi ya. Akan dicarikan pembiayaan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat nggak nggak lama sudah ada kabar untuk pembangunan JPO mungkin dari KLB sekitar Rp5 sampai Rp6 miliar," saat ditemui di Balai Kota pada Selasa (21/7/2026).
Meski begitu, Heru memastikan bahwa Pemprov DKI akan menuntut tanggung jawab perusahaan truk yang menabrak JPO Tendean untuk mengganti kerugian, meskipun kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan oleh kepolisian. "Sampai saat ini masih dalam pemeriksaan oleh kepolisian. Yang jelas kita dari Pemprov menyatakan bahwa ada permintaan penggantian lah," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga menegaskan bahwa Pemprov DKI akan mencari berbagai sumber pendanaan untuk membangun kembali JPO Tendean yang rusak setelah insiden yang terjadi pada Selasa (14/7/2026). Ia menjelaskan bahwa pembangunan JPO belum dapat dilakukan segera karena anggarannya belum tersedia.
Pramono menambahkan, "Kalau Bina Marga menyampaikan bahwa belum akan dibangun karena memang pasti anggarannya belum ada, maka dengan demikian saya akan mencarikan ruang apakah melalui APBD Perubahan, atau dana-dana CSR, atau dana-dana KLB, atau kami mengundang strategic partner untuk membangun itu," saat berbicara di Balai Kota pada Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, keberadaan JPO Tendean sangat penting dan strategis, sehingga harus segera dibangun kembali. "Tetapi yang jelas, karena lokasi itu adalah lokasi yang sangat padat dan strategis, harus segera ada JPO untuk menyelesaikan persoalan di lapangan. Jadi, itu yang paling penting," tuturnya.