Presiden Prabowo Subianto mengundang Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Maruarar Sirait, untuk mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada hari Senin, 26 Oktober. Yusril menyatakan, “Saya akan ada pertemuan dengan DEN membahas masalah itu dan saya dipanggil Pak Presiden mungkin ada kaitannya dengan masalah itu,” saat ditemui di kompleks Istana.
Diskusi Program Gentengisasi
Ara juga mengungkapkan bahwa ia akan membahas dua hal dalam agenda rapat tersebut. Pertama, mengenai kemajuan program Gentengisasi Asri yang siap untuk memulai fase pengiriman. Ia menjelaskan bahwa genteng tersebut telah diperiksa dan memenuhi sertifikasi standar nasional Indonesia (SNI). “Kami sudah siap untuk pengiriman 2,4 juta unit genteng melalui 600 truk pada 8 November. Genteng ini berasal dari Majalengka, Jawa Barat,” ujarnya.
Kedua, Ara ingin membahas peluncuran rumah subsidi. “Saya akan mengundang beliau Desember nanti, tapi waktunya menyesuaikan,” tambahnya.
Rapat Terbatas dengan Pejabat Lain
Sebelumnya, Prabowo juga telah memanggil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Christiawan, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani, untuk hadir di Istana pada hari yang sama. Menurut pantauan hingga pukul 15.00, ketiga pejabat tersebut telah tiba di Istana. Faisal mengaku belum mengetahui agenda yang akan dibahas dalam rapat terbatas tersebut, tetapi telah menyiapkan sejumlah informasi yang mungkin diperlukan. “Kami sudah menyiapkan banyak bahan, mulai dari perkembangan masalah kebakaran hutan dan lahan, penanganannya ke depan,” kata Faisal saat ditemui di kompleks Istana.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Tito Karnavian, yang menyatakan bahwa ia belum mengetahui topik yang akan dibahas dalam ratas kali ini. “Saya belum tahu, saya diundang,” ujarnya.