Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan dalam acara Eastern Economic Forum (EEF) 2026 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia, pada tanggal 3 September 2026. Dalam forum tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa Samudra Pasifik memiliki peranan penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Rusia.
Pernyataan Prabowo mengenai kedekatan Vladivostok dengan dirinya menarik perhatian banyak media di Rusia. Dalam laporan yang disampaikan oleh WorldinForum, Prabowo menjelaskan bahwa meskipun jarak antara kedua negara cukup jauh, hal itu tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menjalin kedekatan. “Rusia Timur Jauh dan Indonesia sangat luas. Untuk terbang dari satu titik ke titik lain di wilayah kita membutuhkan waktu berjam-jam,” ungkap Prabowo dalam sidang pleno EEF.
Kedekatan yang Personal
Selanjutnya, Prabowo memberikan pernyataan yang lebih personal mengenai Vladivostok. Ia menyatakan, “Tetapi Vladivostok bagi saya, hingga ke rumah saya, sangat dekat.” Pernyataan ini menunjukkan bagaimana Prabowo melihat hubungan antara dirinya dan kota tersebut.
Pentingnya Samudra Pasifik
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti posisi geografis Indonesia dan Rusia yang sama-sama berbatasan dengan Samudra Pasifik. Ia menekankan bahwa keberadaan samudra tersebut seharusnya dipandang sebagai penghubung, bukan pemisah. “Samudra Pasifik tidak memisahkan kita, tetapi menghubungkan kita,” tegasnya.
Prabowo menambahkan bahwa Samudra Pasifik dapat berperan lebih besar dalam memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara. Ia menggambarkan samudra tersebut sebagai jalur penghubung yang vital bagi perekonomian Indonesia dan Rusia. “Ini bukan tembok di antara kita, tetapi harus menjadi jalur utama yang menghubungkan perekonomian negara kita,” tutup Prabowo.