Baru-baru ini, sebuah video yang menunjukkan tiga warga negara asing yang diduga warga Israel diusir dari tempat gym di Ubud, Bali, menarik perhatian banyak orang. Salah satu dari mereka diduga merupakan mantan anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yang semakin memicu perbincangan mengenai keberadaan warga Israel di Indonesia, mengingat kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.
Media Israel melaporkan bahwa untuk bisa berkunjung ke Indonesia, warga Israel harus melalui proses yang tidak biasa. Dalam laporan yang diterbitkan oleh Mako pada 5 Agustus 2026, dijelaskan bahwa warga Israel tidak dapat dengan mudah membeli tiket pesawat, tiba di bandara, dan langsung mendapatkan visa. "Proses masuk disebut membutuhkan persetujuan khusus dan pengaturan perjalanan sebelumnya," tulis laporan tersebut.
Proses Masuk yang Rumit
Menurut laporan tersebut, perjalanan wisata bagi warga Israel biasanya dilakukan dalam kelompok terorganisasi, di mana itinerary, akomodasi, penerbangan domestik, dan pendamping lokal telah disiapkan sebelumnya. "Karena tidak ada hubungan diplomatik antara kedua negara, masuknya warga Israel dilakukan melalui izin khusus," tambah Mako.
Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa Israel termasuk dalam daftar negara yang memerlukan pre-clearance dari Direktorat Jenderal Imigrasi sebelum pengajuan visa. Pada bulan Agustus 2026, Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi, Eko Budianto, menyatakan bahwa penerbitan visa untuk warga Israel memerlukan verifikasi dan persetujuan dari berbagai kementerian dan lembaga terkait. Proses ini melibatkan Kementerian Luar Negeri, kepolisian, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS), Kejaksaan, serta Kementerian Dalam Negeri.
Wisata Terorganisir
Dalam laporan yang sama, sebuah perusahaan perjalanan di Israel mengungkapkan bahwa setiap warga Israel yang berkunjung ke Indonesia pasti akan berada dalam satu kelompok. Hal ini menunjukkan bahwa kunjungan mereka sangat terencana dan terorganisasi, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia.
Dengan demikian, meskipun ada ketertarikan yang tinggi dari warga Israel untuk berlibur di destinasi populer seperti Bali dan Toraja, prosedur yang harus dilalui cukup kompleks dan memerlukan banyak persetujuan dari berbagai pihak.