Nasional

Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Penuhi Standar BPOM

BPOM memastikan bahwa galon guna ulang bermerek yang beredar aman digunakan karena memenuhi Standar Nasional Indonesia.

A
Agus Wigati
26 July 2026 1 pembaca
jpnn.com Sumber: jpnn.com
Proses Pemeliharaan & Proses Pengisian Galon Bermerek Penuhi Standar Industri, BPOM Pastikan Aman
Proses Pemeliharaan & Proses Pengisian Galon Bermerek Penuhi Standar Industri, BPOM Pastikan Aman

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan bahwa seluruh produk galon guna ulang bermerek yang beredar di masyarakat aman digunakan karena telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Taruna Ikrar, di Jakarta.

Ia menekankan bahwa sertifikasi dan label SNI yang melekat pada kemasan merupakan bukti otentik bahwa produk tersebut telah lolos uji kebersihan serta kesehatan di bawah pengawasan otoritas secara berkala. "Ya tentu aman, yang sudah (tersertifikasi) Badan POM-nya sudah pasti aman. Karena kan salah satu persyaratan Badan POM mengeluarkan (izin) kalau dia sudah punya SNI. Jadi semua kemasan yang ber-SNI itu aman," ujar Taruna Ikrar.

Lebih lanjut, Taruna menjamin bahwa perlindungan konsumen tidak berhenti pada pemberian label di awal saja. Pihak BPOM secara konsisten melakukan inspeksi mendadak dan pemeriksaan menyeluruh yang mencakup mata rantai produksi, kelaikan pabrik, hingga ketahanan material kemasannya. Langkah pengawasan berlapis ini diterapkan guna menepis keraguan publik mengenai higienitas kemasan pangan di pasar domestik.

Taruna meminta masyarakat tidak perlu cemas karena status aman yang dirilis oleh BPOM memiliki dasar hukum dan pengujian sains yang dapat dipertanggungjawabkan. "Jadi kami tidak sekadar administratif, tetapi kami ada data empirisnya, jadi kalau sudah ada data Badan POM, aman," katanya.

Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon

Proses pemeliharaan dan pengisian air dengan kemasan guna ulang pada AMDK bermerek umumnya melalui proses yang panjang dan memenuhi standar industri yang dikeluarkan Kemenperin dan Badan Standar Nasional (BSN). Pabrik AMDK internasional biasanya memiliki standar yang lebih tinggi untuk menjaga kebersihan galon agar kemasan yang dipakai tetap steril dan bersih sebelum diisi ulang.

Tahapannya mulai dari inspeksi kondisi fisik wadah, pencucian dan sterilisasi bagian dalam maupun luar galon, pengisian air minum melalui sistem filtrasi, hingga pengecekan ulang dan penyegelan untuk memastikan air tetap higienis saat sampai di tangan konsumen. Untuk pembersihan dalam, galon dibilas dengan air murni bertekanan tinggi untuk memastikan tidak ada residu zat pembersih yang tertinggal, kemudian disterilkan menggunakan desinfektan khusus (seperti ozon) untuk memastikan kuman atau bakteri dari pemakaian sebelumnya mati.

Semua proses dilakukan dengan mesin, secara otomatis, tertutup dan tanpa sentuhan tangan manusia. Secara berkala, pemerintah, baik Kemenperin, Badan POM, dan BSN melakukan inspeksi untuk memastikan kepatuhan dan kesesuaian seluruh proses produksi pengisian galon di pabrik AMDK bermerek.

Masyarakat juga perlu tahu bagaimana cara memperlakukan galon guna ulang dengan baik dan benar agar kualitas kemasan pangan tidak rusak sehingga menimbulkan cemaran zat kimia ke dalam air. Konsumen diminta untuk tidak membanting atau menyikat dengan keras. AMDK dalam galon juga harus disimpan di tempat yang tidak terkena panas matahari langsung guna mencegah potensi migrasi senyawa tertentu ke dalam air.

Artikel Terkait