Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman menyatakan bahwa keterlibatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai agenda partai merupakan realisasi dari komitmen politik yang pernah disampaikannya kepada PSI. Menurut Andy, Jokowi telah menyatakan kesiapannya untuk membantu perjuangan PSI sejak Kongres PSI di Solo dan kembali menegaskan komitmen tersebut dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI di Makassar.
“Turunnya Pak Jokowi ini adalah realisasi dari janji politik Pak Jokowi kepada PSI bahwa saya akan berjuang mati-matian untuk memenangkan PSI,” kata Andy, dilansir pada Rabu (22/7/2026). Ia menilai komitmen tersebut kini mulai diwujudkan melalui kunjungan Jokowi ke berbagai daerah yang juga diisi dengan agenda bersama kader PSI.
Andy mengatakan, langkah Jokowi bukan sekadar aktivitas politik partai, melainkan juga memenuhi undangan masyarakat di sejumlah daerah. “Dan kemudian, Pak Jokowi memenuhi undangan masyarakat. Sekali lagi ini undangan masyarakat,” ujarnya. Menurut dia, antusiasme masyarakat terhadap Jokowi masih tinggi meskipun mantan kepala negara itu telah mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden.
“Jadi inilah kekuatan Pak Jokowi. Meskipun tidak menjabat, tapi orang itu kangen. Orang itu ingin mengapresiasi Pak Jokowi,” ucap Andy. Ia menyebut banyak kelompok masyarakat yang mengundang Jokowi untuk hadir dan menyampaikan apresiasi secara langsung. Pola kunjungan seperti itu, kata Andy, telah berlangsung di Lampung dan akan berlanjut ke sejumlah daerah lain, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat.
Persiapan Kunjungan ke NTT
PSI tengah menyiapkan segala sesuatunya untuk membawa Jokowi menemui rakyat NTT pada akhir Juli ini. Sebab, NTT merupakan lumbung suara Jokowi dan banyak undangan dari masyarakat. “Karena ya Bapak pasti sudah tahu semua sudah tahu di timur sana suaranya Bapak sangat bagus, penggemarnya Bapak sangat bagus dan juga undangan-undangan dari masyarakat banyak sekali. Jadi kita harus pilih nih yang mana undangan dari PSI ada, undangan dari masyarakat juga ada,” ujar Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ronald Aristone Sinaga usai menemui Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/7/2026).
Ronald juga menyebut PSI tengah menyiapkan kejutan istimewa untuk masyarakat khususnya rakyat NTT. “Kejutan, ya lihat aja nanti mungkin seperti kemarin kali ya. Yang ada kerbaunya tapi dianggap lain gitu,” tandasnya.
PDIP Soroti Rencana Safari Jokowi
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang juga anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan NTT I menyoroti rencana safari politik Jokowi ke NTT. Andreas menyebut masyarakat NTT dikenal sangat menghargai dunia pendidikan. Karena itu, menurut dia, polemik mengenai keabsahan ijazah Jokowi sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu agar tidak menjadi contoh yang kurang baik bagi masyarakat.
Ia menyarankan Jokowi membawa ijazahnya saat berkunjung ke NTT karena dikhawatirkan masyarakat mempertanyakan keaslian dokumen tersebut. “Sebaiknya kalau ke sana bawa ijazahnya sehingga kalau ditanya, tunjukkan ke masyarakat,” ujar Andreas. Lebih jauh, ia juga mengungkit proses hukum yang sedang berjalan terkait perkara ijazah.
Menurut Andreas, masyarakat di berbagai daerah, termasuk NTT, masih menunggu kepastian atas polemik ijazah Jokowi yang mendudukkan Roy Suryo dan Dokter Tifa sebagai pesakitan. “Beliau ini ditunggu kehadirannya di PN untuk kasus ijazah. Janjinya mau hadir. Penuhi dululah janjinya, agar urusan segera selesai. Karena rakyat di daerah, termasuk di NTT, juga bertanya apakah ijazah Jokowi ini benar asli atau palsu,” sindirnya.